Jakarta,KPOnline- Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ( FSPMI ) akan menggelar aksi besar-besaran pada 6 Februari 2018.

Pada kesempatan aksi ini buruh mendesak Joko Widodo agar menurunkan harga kebutuhan pokok terutama harga beras, BBM dan listrik yang menyebabkan daya beli masyarakat turun.

Presiden FSPMI Said Iqbal mengatakan, buruh FSPMI di Jabodetabek akan menggelar aksi di Istana Negara dengan melibatkan 20 ribu orang buruh.

Selain itu aksi juga akan dilakukan di berbagai kota, seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Batam, Yogyakarta, Aceh, Bengkulu, Lampung, Makassar, Gorotanlo, Manado, Banjarmasin, dan sebagainya.

“Faktanya, sebelum harga beras naik, daya beli masyarakat sudah turun. Apakah lagi dengan naiknya harga beras sekarang ini, daya beli masyarakat makin turun. Bahkan dalam hitungan KSPI & FSPMI daya beli buruh turun 20–25 persen dengan kebijakan upah murah dan naiknya harga beras seperti saat ini,” ujar Said Iqbal

Dalam aksi ini, tuntutan yang akan disampaikan adalah Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) antara lain turunkan harga beras dan listrik, tolak upah murah, dan tolak calon pimpinan daerah yang tak benar di Pilkada 2018.

Lebih lanjut, FSPMI sendiri mendukung sikap Komisi VI DPR RI yang meminta pemerintah menyetop impor beras.

Di samping itu, FSPMI mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan lamban dan penuh pencitraan. Dalam kampanye dan kegiatanya selalu menyuarakan kemandirian pangan dan keberpihakan kepada petani namun faktanya malah memperbanyak import beras.