Tamgerang, FSPMI- Jelang Kongres dan Musyawarah Nasional FSPMI yang akan segera diselenggarakan pada Tahun 2021 nanti dan menjalankan amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) SPAI FSPMI.

Ketua Pimpinan Cabang SPAI Tangerang, Sunarya, menyampaikan laporan-laporan kinerja kepengurusan PC SPAI untuk selanjutnya di evaluasi oleh Perwakilan PUK SPAI se-Tangerang Raya

Dalam penyampaian laporan tersebut, banyak tanggapan atau komentar dari beberapa perwakilan yang hadir.

“Materi yang kami terima ini, banyak kekurangan dan tidak lengkap, belum terisi”. Ucap salah satu peserta Rakercab 1 SPAI Tangerang di Allisa Resort, Anyer. Sabtu (28/11/2020)

Menanggapi komentar dan kritikan tersebut, Narya mengapresiasi dan meminta kepada seluruh PUK SPAI Tangerang untuk lebih aktif dan bersinergi dengan Pimpinan Cabang.

“Terima kasih, atas kritikan juga masukkannya, kami pun Pimpinan Cabang meminta PUK untuk saling bersinergi, membantu dan mengevaluasi kinerja PC juga memberikan data yang valid. Dan kami siap menjadi lebih baik lagi”. Terangnya

Dari hasil rapat ini, menghasilkan beberapa rekomendasi dan program kerja yang disepakati, yaitu :
1. Memilih Presiden dan Sekretaris Jenderal FSPMI 2021-2026
2. Memilih Ketua Umum PP SPAI FSPMI 2021-2026.
3. Membentuk forum Pelatihan Advokasi secara rutin untuk menciptakan kaderisasi yang berkompeten, rencana dimulai per Januari 2021.
4. Minimal 2 orang dari masing-masing PUK dengan prioritas usia 35 Tahun sampai 45 Tahun.
5. Mengaktifkan kembali forum diskusi yang sudah tidak berjalan.

Diakhir acara, Ketua Umum PP SPAI, Obon Tabroni, diberikan kesempatan memberikan pembekalan sekaligus menutup acara.

Obon mengungkapkan bahwa perjuangan buruh kedepan yang semakin berat, harus memiliki perubahan dan keberanian.

“Kalo kita menggunakan cara-cara lama dalam menghadapi situasi sekarang, mustahil akan berjalan. Karena persoalan-persoalan baru akan bermunculan tanpa kita bayangkan sebelumnya”. Ungkapnya

Lanjutnya, Ia mengatakan perubahan harus terus dilakukan, jika tidak melakukan perubahan dan perlawanan atau pergerakan, sampai kapanpun ketakutan untuk melawan akan terus terbayang dalam pikiran.

“Dengan kondisi apapun, kita harus berani mengambil perubahan, berani melawan jangan sampai rasa ketakutan menghantui pikiran kita. Banyak kejadian-kejadian yang tidak mungkin, menjadi mungkin”. Kata Obon

Patah semangat dan ketakutan, akhirnya posisi buruh menjadi lemah, dalam kondisi tersebut tentunya perusahaan dan kebijakan pemerintah yang tidak kontra dengan buruh akan terus diuntungkan.

Sebelum menutup acara, Ia mengajak kepada seluruh peserta untuk bergerak dan bergerak terus, jangan patah semangat, banggalah kita terhadap negara dan selalu berikan kontribusi bagi negara untuk menjadi negara maju dan berkembang.(Chuky)