Ketua Umum PP SPEE FSPMI Judy Winarno, saat berorasi di depan Kantor DPP PDI Perjuangan. | Foto: Jw

Ketua Umum PP SPEE FSPMI Judy Winarno, saat berorasi di depan Kantor DPP PDI Perjuangan. | Foto: Jw

Saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, atau yang akrab dipanggil Jokowi pernah membuat surat dukungan agar buruh outsourcing di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diangkat menjadi karyawan tetap BUMN dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu. Saat itu, sebagai Gubernur, Jokowi hanya bisa memberikan surat dukungan. Karena BUMN berada dalam kewenangan Presiden, yang secara khusus dibantu oleh Meneg BUMN.

Saat ini, Joko Widodo sudah menjabat Presiden RI. Ia bukan lagi Gubernur yang hanya memberikan rekomendasi. Tidak berlebihan jika kemudian buruh meminta agar Jokowi memenuhi janji.

Atas dasar hal itu, kemarin (7/11/2014) buruh outsourcing yang tergabung didalam Geber BUMN mendatangi kantor DPP PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta. Sebagai bagian dari Geber BUMN, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) juga ikut ambil bagian dalam aksi tersebut.

“Aksi ini adalah untuk menagih janji PDI Perjuangan yang katanya akan menghapuskan outsourcing. Juga untuk menagih janji Jokowi yang saat menjadi Gubernur mendukung outsourcing BUMN diangkat menjadi karyawan tetap BUMN tanpa syarat,” ujar Judy Winarno, Ketua Umum Pimpinan Pusat SPEE FSPMI yang memimpin langsung aksi tersebut.

Dalam aksi tersebut, mereka ditemui oleh satu pengurus DPP PDI Perjuangan. Dijanjikan, pada hari Senin (10/11/2014) perwakilan outsourcing BUMN akan diundang ke Rumah Transisi untuk dipertemukan dengan Ketua.

“Rencananya Meneg BUMN juga akan diundang,” kata Judy.

Tentu saja, kita berharap janji itu akan ditunaikan. Apalagi sikap politik PDI Perjuangan secara resmi adalah menghapuskan outsoucing. (Kascey)

Categories: Aksi