Berbicara tentang perkembangan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Sumatera Utara, tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin Minggu Saragih. Pria kelahiran Damak Galugur pada 28 Oktober 1979 di Deli Serdang inilah yang selama ini menahkodai FSPMI Sumatera Utara. Berbagai capaian sudah dibuat. Manfaat dari keberadaan serikat pekerja, secara nyata dirasakan oleh anggota.

1044696_4492518931560_1873782670_n

Menjadi pembicara dalam sebuah talk show yang diselenggarakan sebuah stasiun radio swasta

Bersama istrinya tercinta, Sion Mahdalena Sipayung, yang tak lain adalah buruh PT. Girvi Mas, saat ini Minggu Saragih tinggal di Komplek RORINATA RESIDENCE Blok G No 41 Dusun VI. Desa Bandar Labuhan, Tanjung Morawa – Deli Serdang. Saat ini, keduanya dikarunia 2 (dua) buah hati: Ribka Patricia Saragih (10 Tahun, Kelas 4 SD Antonius Medan), dan Yoel Steven Saragih (Kelas 1 SD Negeri 2 Bandar Labuhan).

“Saya ini murni seorang buruh. Jika hati saya dibelah, disana akan terukir 5 huruf itu: B-U-R-U-H” Ujar pria yang sedang duduk dalam semester akhir di STIH Graha Kirana Yayasan Prof. Hj Mariam Darus, SH ini ketika menjelaskan jati dirinya.

“Berawal dari tahun 1999, begitu lulus dari STM saya bekerja di PT. Dutamulti Intioptic Pratama yang terletak di Desa Ujung Serdang, Kecamatan Tanjung morawa.” Sambil menerawang jauh kedepan, Minggu Saragih memaparkan kisahnya. “Saya bekerja di perusahaan ini sebagai operator gosok lensa. Merasakan kerja sift 1, 2, dan 3. Sembilan tahun saya jalani pekerjaan ini, sebelum akhirnya keluar tahun 2008. Jadi saya merasaka betul, bagaimana sakitnya menjadi buruh. Membanting tulang, memeras keringat, dibayar murah…”

“Disela-sela pekerjaan sebagai buruh di PT. Dutamulti, saya juga bekerja ganda, sebagai agen/marketing di Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera 1912 cabang Setiabudi Medan. Ini saya jalani sejak 2006  hingga 2007. Jangan ditanya capeknya? Pasti capek menjalani pekerjaan di dua tempat yang berbeda. Tetapi itulah satu-satunya cara yang bisa saya lakukan, agar perekonomian keluarga tetap berjalan.”

Sejak kecil, Minggu Saragih memang sudah terbiasa hidup mandiri. Terlebih lagi ketika ibunya meninggal dunia, sejak ia berusia 7 tahun. Barangkali itulah juga yang membuatnya tumbuh sebagai lelaki yang bersahaja, tidak cengeng, dan pantang menyerah.

484722_4492568132790_1432625261_nMinggu Saragih mengakui, sangat berat bagi seorang buruh, jika hidup hanya dengan mengandalkan UMK. Bung Minggu, begitu ia biasa disapa, tidak hanya mendengar. Tetapi pernah merasakannya sendiri. Pengalaman itulah yang kemudian membulatkan tekadnya, untuk memperjuangkan kenaikan UMK tahun depan setidak-tidaknya 50%. “Agar buruh bisa hidup lebih layak,” ucapnya penuh keyakinan.

Minggu Saragih juga pernah bekerja PT. Darmatama Indonesia sebagai Marketing Property (28 Februari 2010 s/d Desember 2012), dan PT. Prime Developmen sebagai Supervisor Marketing (Januari 2013 s/d April 2013). Kini, pria yang memiliki segudang pengalaman ini menghibahkan seluruh hidupnya untuk kesejahteraan dan kemuliaan kaum pekerja.

“Pekerjaan saya sekarang adalah sebagai Ketua DPW FSPMI Provinsi Sumatera Utara dan Ketua Perwakilan Daerah KSPI Sumatera Utara. Jadi boleh dikata, hidup saya sekarang adalah sepenuhnya untuk melayani kaum buruh,” ujarnya.

Pengalamannya didalam serikat pekerja dimulai sejak tahun 1999, sebagai Wakil Ketua Serikat Buruh Anggota Sejahtera PT. Dutamulti Intioptic Pratama. Setahun kemudian, tepatnya di tahun 2000, Minggu Saragih dipercaya menjadi Ketua Serikat Buruh Anggota Sejahtera PT. Dutamulti Intioptic Pratama.

Sejak saat itu, aktivitasnya dalam serikat bertambat padat. Bung Minggu tidak lagi hanya aktif di tingkat basis, tetapi ia juga berperan ditingkat yang lebih luas lagi. Terbukti, pada tahun 2001, ia diberi amanah untuk memegang posisi Bendahara Presidium BPP Serikat Buruh Medan Independen, sebuah Serikat Pekerja Lokal di Sumatera Utara (2001 – 2004). Pada saat yang sama, ia juga terlibat aktif dalam Dewan Kerja Jaringan Advokasi Buruh Sumut (2002 – 2003).

Kepiawaiannya dalam mempimpin gerakan tidak lagi diragukan. Tahun 2004, Minggu Saragih didaulat sebagai Ketua BPP Serikat Buruh Medan Independen Sumut. Jabatannya ini dipegangnya hingga tahun 2008. Setelahnya, ia mendapat  kepercayaan yang lebih besar dengan menjadi Ketua Umum DPP Serikat Buruh Merdeka Indonesia.

Saat menjadi Ketua Umum DPP Serikat Buruh Merdeka Indonesia inilah, ia mendengar gerakan serikat pekerja bersama-sama dengan rakyat sedang memperjuangkan lahirnya jaminan sosial di Indonesia. Sadar bahwa dirinya memiliki tanggung jawab yang lebih besar, ia bersedia menjadi Koordinator Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) Provinsi Sumatera Utara (2009 – 2012).

Ia tahu, konsekwensi menjadi Koordinator KAJS Sumatera Utara akan membuat aktivitasnya yang sudah padat menjadi semakin padat. Tetapi ia tidak mengeluh. Kecintaannya kepada buruh dan rakyat, selalu memberinya energi lebih untuk melakukan kerja-kerja pembebasan.

1052987_677346822282276_1546081957_o

Dalam sebuah aksi yang diselenggarakan FSPMI Sumatera Utara

Tahun 2011 Minggu Saragih memutuskan bergabung dengan FSPMI. Belum genap 2 (dua) tahun FSPMI berdiri di Sumatera Utara, kini sudah terdapat setidaknya 20 unit kerja FSPMI di Sumatera Utara. Tentu saja, kita semua memberikan apresiasi kepada seluruh kawan-kawan di Sumatera Utara yang telah bekerja keras untuk membesarkan organisasi ini. Termasuk kepada tokoh kita yang satu ini, bung Minggu.

Saat ini, organisasi memberikan kepercayaan kepada Minggu Saragih sebagai Ketua DPW FSPMI SUMUT (2012-2016); Ketua Perwakilan Daerah KSPI SUMUT (2012-2017) dan Presidium MPBI SUMUT (2012 – sekarang).

DPW FSPMI Sumatera Utara saat ini beralamat di Jl. Raya Medan – Tj. Morawa KM 13,5. G Gg Dwi Warna No. 01. Desa Bangun Sari. Kecamatan Tanjung Morawa – Kabupaten Deli Serdang. Jika satu ketika pembaca berkunjung ke Medan, Bung Minggu menyampaikan, akan dengan senang hati menjamu kawan-kawan.

Rekam jejaknya yang sungguh luar biasa menjadi pembebas buruh yang tertindas itulah, membuat organisasi FSPMI merekomendasikan kepada Bung Minggu untuk maju sebagai calon legislative pada pemilu 2014. Minggu Saragih terdaftar sebagai Calon DPRD Provinsi Sumatera Utara untuk Daerah Pemilihan Sumut 3, Kab. Deli serdang. Ia diusung oleh Partai  PDI Perjuangan dengan nomor urut 10 (sepuluh).

935002_4492573932935_2046918505_n1010848_4509570197831_2121428615_n

“Sebagai wakil rakyat yang juga aktivis buruh, saya ingin menciptakan ketenangan bekerja dan ketenangan berusaha demi kemajuan dan kesejahteraan bersama,” tegasnya.

Bung Minggu optimis, jika kepercayaan dari rakyat didapatkannya, hal itu bisa ia wujudkan. Apalagi, ia melakukan kerja-kerja seperti ini bukan hanya sekarang, ketika menjelang pemilu. Minggu sudah mengabdikan dirinya untuk memperjuangkan kesejahteraan pekerja, bahkan jauh sebelulmnya.

Pria yang memiliki semboyan, “bahwa hidup adalah perjuangan,” ini mengingatkan kepada kita semua untuk selalu berjuang. Sekecil apapun.

“Yakinlah bahwa apa yang kita perjuangkan sekarang, akan indah pada waktunya. Terus bergerak dan berjuang demi keadilan dan kemuliaan bagi kaum buruh dan rakyat Indonesia.”  Ujarnya, menutup perbincangan yang hangat di sore itu.

 

 


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *