Bekasi, KPonline – Tak sia-sia, aksi demo buruh di Kabupaten Bekasi berbuah hasil. Kamis, (25/11/2021), Plt. Bupati Bekasi Akhmad Marjuki akhirnya mengeluarkan surat rekomendasi kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi tahun 2022.

Sebelumnya, Akhmad Marjuki menerima perwakilan dari Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) untuk melakukan audiensi. Hasilnya PLt Bupati Bekasi mengeluarkan rekomendasi kenaikan UMK tahun 2022 sebesar 5,51 %.

Surat Usulan Rekomendasi UMK Tahun 2022 bernomor 560/580/Disnaker tertanggal 25 Nopember 2021 itu pun akan segera diserahkan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk ditetapkan sebagai UMK Bekasi tahun 2022 yang diusulkan sebesar 5.055.874,60.

“Kami apresiasi kepedulian Plt. Bupati Bekasi terhadap teman-teman buruh dan sudah merespon baik. Keinginan buruh diakomodir,” kata Koordinator Aliansi Buruh Bekasi Melawan Suparno.

Menanggapi Rekomendasi kenaikan UMK Kabupaten Bekasi Tahun 2022, Sekretaris KC FSPMI Bekasi, Sarino meminta aliansi buruh tetap mengawal rekomendasi tersebut.

“Aliansi Buruh Bekasi Melawan akan terus mengawal rekomendasi Bupati Bekasi tentang UMK tahun 2022 ke Gubernur Provinsi Jawa Barat. Sampai gubernur Jawa Barat mengeluarkan SK terkait UMK tahun 2022,” katanya.

Selanjutnya, Sekretaris KC FSPMI Bekasi Sarino juga segera membuat instruksi tentang pengawalan upah di provinsi Jawa Barat pada Jum’at (26/11/2021) besok.

“Ini belum berakhir kawan, kita tuntaskan perjuangan ini sampai dikeluarkannya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat,” pungkasnya.

Sebelumnya pada Senin (23/11/), hasil rapat pleno Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi yang dihadiri Apindo, Disnaker dan Akademisi telah merekomendasikan UMK Bekasi tahun 2022 0 % atau tidak ada kenaikan.

Dalam rapat tersebut, unsur Serikat Pekerja menyatakan walk out karena menilai Disnaker tidak mau mengakomodir usulan perwakilan buruh.

Hal ini membuat buruh Bekasi yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bekasi Melawan marah sehingga melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran, Kamis (24/11/2021). (Yanto)