Said Iqbal : Presiden KSPI/FSPMI

Said Iqbal : Presiden KSPI dan Presiden FSPMI

Senin, 2 Nopember 2015 menjadi hari yang bersejarah bagi buruh Indonesia di kancah dunia Internasional. Hari itu, tepat pada pukul 10 waktu Geneva, Switzerland, seorang tokoh gerakan serikat buruh asal Indonesia resmi dilantik sebagai salah satu Pengurus Pusat International Labour Organization (Governing Body ILO) dalam sidang Governing Body ILO ke-325.

Dia, tokoh gerakan serikat buruh asal Indonesia itu adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga menjadi Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Said Iqbal.

Sebagaimana kita tahu, ILO adalah Badan Perburuhan Internasional dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam Govening Body ILO terdiri dari tripartit, yaitu grup pemerintah mewakili seluruh pemerintahan se-dunia, grup organisasi pengusaha yang mewakili pengusaha se-dunia, dan grup serikat pekerja/serikat buruh yang mewakili lebih dari 500 juta buruh anggota serikat pekerja/serikat buruh dan dan miliaran buruh lainnya di dunia.

Sebagai Governing Body ILO yang berkantor di Genewa, Swiss, Said Iqbal bertekad untuk memanfaatkan posisi ini dalam memperjuangkan kepentingan buruh. Salah satunya adalah jaminan sosial dasar, seperti jaminan kesehatan, dana pensiun, pendidikan, rumah buruh, jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan asuransi penganguran. Selain itu, Iqbal juga akan memperjuangkan pekerjaan layak, upah layak, penghapusan outsourcing, penghapusan kerja paksa dan pekerja anak, perlindungan pekerja wanita, domestic worker (pekerja rumah tangga), migran worker (tenaga kerja Indonesia), pekerja rumahan (home made), “better work and better life”, hingga kelangsungan pekerjaan (job security).

Bagi Iqbal, ini adalah kali kedua sebagai pemimpin buruh dia mendapatkan pengakuan dunia. Ia berharap, ini akan memberi pengaruh kuat dalam penegakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan dunia dalam globalisasi yang berkeadilan.

Sebelumnya, Iqbal pernah menerima penghargaan The Febe Elisabeth Velasquez Award dari Presiden FNV (serikat pekerja terbesar di Belanda) Mr. Ton Heerts pada tanggal 15 Mei 2013. Penghargaan ini diberikan bagi para pemimpin buruh dan HAM yang dianggap memiliki pengaruh didalam negaranya dan dunia.

Kendati demikian, Said Iqbal sadar bahwa semua ini bukan hasil perjuangan secara pribadinya. Apa yang dia dapatkan merupakan cermin dari keberhasilan seluruh pemimpin serikat pekerja dan solidaritas buruh di Indonesia.

“Saya akan mendedikasikan semua ini demi Indonesia kita. Indonesia yang memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” kata Iqbal. Itu adalah janjinya untuk tanah airnya, Indonesia. (*)

Sumber: Kompasiana

Categories: Siaran Pers