Bekasi, FSPMI – Pasca lahirnya BPJS Kesehatan 1 Januari 2014, rupanya masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang program jaminan kesehatan. Sering terjadinya ketidaksinkronan data yang terkadang muncul menjadikan suatu kendala buat peserta BPJS Kesehatan.

Oleh karena itu, Jamkeswatch Bekasi mengadakan audiensi bersama BPJS Kesehatan, Kamis (2/12/2021). Agenda audiensi dilakukan di kantor BPJS Kesehatan yang beralamat di komplek Ruko Cikarang City Blok F No. 06 jalan raya Cibarusah KM. 10 No. 88, Sukadami, Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Hadir ketua Jamkeswatch kabupaten Bekasi Henut Hendro yang didampingai Supriadi selaku bidang pendidikan Jamkeswatch. Beberap staf BPJS Kesehatan Cikarang pun hadir dalam agenda audensi tersebut. Pemanfaatan layanan untuk peserta adalah salah satu skala prioritas yang harus diperhatikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Henut selaku ketua DPD jamkeswatch kabupaten Bekasi mengungkap masih adanya perusahaan yang tidak mendaftarkan karyawannya ke program BPJS Kesehatan menjadi perhatian kita semua.

“Sering ditemukan ketika salah satu karyawan yang aktif bekerja ketika berobat masuk Rumah Sakit mereka tidak punya jaminan kesehatan. Ini jelas membuktikan lalainya perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Banyak tim Jamkeswatch temukan, bahkan beragam kasus, dan hari ini pun ada laporan ke kami salah satu karyawan yang BPJSnya Non Aktif dikarenakan perusahaannya belum membayarkan preminya,” kata Henut tegas.

Henut pun berharap adanya ketegasan dari pihak BPJS Kesehatan ketika memang terbukti ada perusahan yang membandel dalam hal ini.

“Jika perlu pihak BPJS Kesehatan lakukan “Pres Release” atau bikinkan surat edaraan sekalian publikasikan terkait perusahan mana saja yang tidak mendaftarkan karyawannya ke program BPJS Kesehatan. Jangan tanggung-tanggung berikan sanski tegas terhadap perusahaan yang tidak patuh terhadap aturan yang sudah ditentukan,” tutup pria berambut panjang itu.

Adanya upaya BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan untuk peserta terus dilakukan salah satunya pemanfaatan data pengenalan wajah (Face Recognition), dan Sidik Jari (Finger Frint).

“Kami dari BPJS Kesehatan terus lakukan upaya perbaikan dalam sisi layanan biar bisa dirasakan oleh peserta. Terobosan sistem dari BPJS Kesehatan salah satunya program sistem Pandawa yang bisa diakses untuk keperluan beberapa Segmentasi. Perubahan faskes, perbaharui data salah satunya bisa diakses via sistem Pandawa,” tutur salah satu staf BPJS Kesehatan.

Adanya upaya penambahan fitur “Face Recognition” bisa mempercepat perluasan, dan peningkatan infrastruktur digital, dan kemudahan pelayanan peserta BPJS Kesehatan. Optimalisasi kerja sama dengan beberapa instansi terkait akan memudahkan BPJS Kesehatan dalam mendorong terwujudnya satu data dalam kepesertaan BPJS Kesehatan.

Penulis: Jhole
Foto: Jhole