Presiden KSPI: Jokowi Gagal Sediakan Lapangan Kerja

FSPMI – Klaim pemerintah yang berhasil menyediakan 2 juta lapangan pekerjaan tiap tahun dipertanyakan. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) justru menilai Presiden Joko Widodo gagal dalam memenuhi janji kampanye Pilpres 2014.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, pada kenyataannya justru yang menjadi persoalan utama bangsa ini adalah ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Kalau lah klaim pemerintah yang menyatakan bahwa penyerapan tenaga kerja telah mencapai 2 juta per tahun, atau 10 juta lebih dalam lima tahun, kami mempertanyakan tentang definisinya. Karena BPS menyatakan 1 jam orang yang bekerja dalam satu minggu maka dia sudah dianggap bekerja,” katanya dalam konferensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (26/12).

KSPI mendesak pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang layak./Foto: Kahar

Padahal faktanya, lanjut Said, yang dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mulai dari para pekerja yang minimal bekerja hanya 1 jam dalam seminggu.

Nah, jika klaim pemerintah itu berdasarkan definisi pekerja yang dipakai BPS tersebut, maka menurut dia itu tentu juga akan menyentuh sektor informal. Seperti pekerja bangunan yang hanya beberapa saat bekerja, pengemudi ojek online, dan pekerjaan sektor informal lainnya.

“Bagi serikat buruh, bukan itu. Yang kami butuhkan adalah di sektor formal. Kami berpendapat pemerintah telah gagal menyediakan lapangan pekerjaan sesuai dengan perintah konstitusi,” pungkas Said Iqbal. ( Sumber : RMOL )