Masyarakat manyambut kehadiran Prabowo Subianto penuh antusias | Foto: Ocha Herma-One

Masyarakat manyambut kehadiran Prabowo Subianto penuh antusias | Foto: Ocha Herma-One

Kehadiran Calon Presiden Prabowo Subianto dalam acara buka puasa bersama kaum buruh di Cikarang, Bekasi, meninggalkan kesan yang mendalam. Banyak yang mengaku bangga bisa melihat dari dekat sosok yang diunggulkan banyak lembaga survey akan terpilih sebagai Presiden RI tersebut. Dan tidak hanya kalangan buruh, hal yang sama juga dirasakan oleh masyarakat yang ikut menyambut kehadiran Prabowo dengan antusias.

Tidak kurang dari 10 ribu buruh hadir dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan kemarin, 7 Juli 2014. Mereka berjejer di pinggir jalan sambil mengibarkan bendera KSPI ketika Prabowo datang.

Buka puasa bersama dipusatkan di ‘Kontrakan  1000 Pintu’ yang terletak di pinggir Kawasan Industri Jababeka, Cikarang. Kehadiran Prabowo sekaligus untuk melihat langsung kondisi pemukiman buruh di sekitar kawasan.

Disini, Prabowo bisa melihat gedung-gedung megah di kawasan itu sangat kontras dengan kondisi kontrakan para buruh yang sangat memprihatinkan.

Seperti namanya, ‘Kontrakan 1000 Pintu’ dihuni oleh ribuan buruh. Sebagian besar dari mereka berstatus buruh kontrak atau outsourcing. Di kamar ukuran 2 x 3 meter itu buruh tinggal. Satu kamar, biasanya dihuni 3 hingga 4 orang. Merekat tinggal berhimpit diruangan sempit ini untuk menghemat biaya sewa. 

Presiden KSPI Sadi Iqbal menilai, kontrakan ini sangat kumuh. Jauh dari sehat dan layak. Dengan demikian, kedatangan Prabowo ke tempat ini dinilai sangat tepat. Disinilah, Capres nomor urut satu itu bisa merasakan secara langsung nafas dan denyut nadi kehidupan kaum buruh.

Oleh karena itu, Said Iqbal menyambut baik rencana Prabowo untuk membangun 17 juta rumah susun untuk rakyat, termasuk buruh.

“Bagi buruh Indonesia, kedatangan Prabowo ke kontrakan buruh adalah bukti konkret kepedulian beliau kepada orang kecil yang terpinggirkan,” ujarnya. Lebih lanjut Said Iqbal menyampaikan, hanya Prabowo yang sudah menandatangani Sepultura. Sebuah komitmen untuk upah layak, hapus outsourcing, jaminan pensiun, dsb.

Senada dengan Said Iqbal, Vice Presiden FSPMI Obon Tabroni berharap, bila Prabowo-Hatta menjadi presiden dan wakil presiden akan memperhatikan tempat tinggal para buruh. “Kawasan industri di Bekasi merupakan potret nyata yang dapat disamakan dengan kawasan industri di tempat lain,” imbuhnya.  ( Beritasatu.com, 7 Juli 2014)

Dia menegaskan, dalam kontrak politik pasangan Prabowo-Hatta dengan para buruh ada 12 poin yang telah disepakati salah satunya terkait pengadaan terhadap rumah layak bagi buruh.

“Dalam kontrak politik dengan buruh salah satunya pengadaan perumahan rumah murah bagi para buruh. Saat ini, untuk mengurus perizinan pendirian rumah sangat mahal. Kalau bisa dipangkas, akan lebih murah membangun rumah,” katanya.

“Ada 12 kontrak politik dengan buruh. Semuanya penting untuk direalisasikan oleh beliau dan kami yakin akan dilaksanakan,” katanya. 

Lebih lanjut Obon mengatakan, para buruh yang tergabung dalam KSPI akan solid mendukung Prabowo. Mereka menginginkan sosok Presiden yang dekat dengan buruh. Sosok yang memiliki komitment kuat untuk berpihak kepada kaum pekerja, sebagaimana yang tertuang didalam Sepultura.  (Kascey)