Mobil Komando KSPI (FSPMI) dan KSPSI terlihat berdampingan dalam aksi pengawalan upah di Bekasi, 7 November 2014. | Foto: Fb Supriyadi Irpus

Mobil Komando FSPMI (KSPI) dan KSPSI terlihat berdampingan dalam aksi pengawalan upah di Bekasi, 7 November 2014. | Foto: Fb Supriyadi Irpus

Suasana berbeda terlihat di Bekasi, kemarin. Jum`at, tanggal 7 November 2014. Dalam aksi pengawalan upah minimum 2015 itu, terlihat mobil komando KSPSI dan KSPI (FSPMI) berdampingan. Seperti sedang bergandengan tangan. Sesuatu yang jarang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini.

Benar. Hal ini memang bukan yang pertamakalinya terjadi. Tetapi kali ini pesannya sangat kuat sekali. Apa yang terjadi di Bekasi, seolah menepis anggapan para pihak yang menyebutkan buruh terpecah belah. Bahwa naluri buruh adalah bersatu. Mereka akan selalu merindukan momen itu. Saat-saat bersama. Saat-saat saling menguatkan.

Pemandangan serupa, sebenarnya, tidak hanya terjadi di Bekasi. Sebelumnya, di Batam, Tangerang, Jawa Timur, dan beberapa daerah lain, buruh dari berbagai organisasi yang berbeda itu sudah terlihat saling bergandengan tangan untuk memperjuangkan upah layak 2015.

Perjuangan upah seperti membawa berkah. Karena, berapapun nantinya upah minimum yang akan ditetapkan, persatuan adalah segalanya. Ia adalah modal bagi perjuangan selanjutnya.

Kebersamaan itu ditanggapi positif oleh buruh Bekasi. Banyak yang merasa lega, bahwa akhirnya perjuangan tentang upah menjadi perjuangan bersama. Salah satunya, seperti yang ditulis dalam akun facebook seseorang yang mengaku bernama Farid Ridho Kurniawan:

Ah, indah sekali aksi kali ini. 

Duduk bersama dengan kawan buruh dari FKI KSPSI. Saya menawarkan rokok padanya, dan kawan tersebut langsung mengambil rokok yang saya tawarkan. Saya tau kawan tersebut di sakunya ada rokok. Tetapi kawan tersebut mengambil rokok yang saya tawarkan karena tanda pertemanan.

Kami berbincang-bincang. Tak lama kemudian kawan FKI KSPSI tersebut memesan kopi untuk kami semua. Sudah pasti kopi gelas plastik.

Suara orator menggelora dari atas mokom, “Mimpi buruh Bekasi terkabul hari ini. Kita semua federasi buruh akhirnya bersatu dalam perjuangan bersama”.

Ah, indah sekali sore ini di pelataran Pemda Kabupaten Bekasi ….

Buruh bersatu tak bisa dikalahkan. Itu adalah slogan yang senantiasa harus diwujudkan oleh kaum buruh, jika mereka ingin mendapatkan kemenangan di medan juang. (*)