Ilustrasi parik foxcom ( google )
Ilustrasi parik foxcom ( google )
Menjelang akhir tahun 2013 lalu, BlackBerry mengumumkan dijalinnya kemitraan dengan Foxconn, pabrikan raksasa China yang bertanggung jawab atas produksi gadget dari sejumlah besar vendor internasional.

Dengan adanya kerjasama ini, BlackBerry mengalihkan sebagian tanggung jawab perancangan perangkat ke Foxconn, khususnya untuk produk-produk yang menyasar negara berkembang, seperti Indonesia.

Hasil dari kerja sama kedua perusahaan telah terwujud dalam bentuk ponsel low-end berkode nama BlackBerry “Jakarta”. Sementara, dua produk murah lainnya telah menyusul disebut oleh CEO BlackBerry John Chen ketika berbicara di pameran CES 2014 di Las Vegas, AS.

Seperti “Jakarta”, dua ponsel BlackBerry yang detailnya belum dijabarkan tersebut merupakan produk terjangkau yang dibanderol dengan kisaran harga 200 dollar AS.

Lalu, apakah keduanya juga akan diproduksi di Indonesia, seperti halnya BlackBerry Jakarta? Jika benar, pabrik Foxconn di Jakarta akan menjadi basis produksi ponsel BlackBerry khusus yang berbanderol murah.

Namun, hal ini masih belum diketahui pasti. Yang jelas, dua smartphone murah tersebut dikembangkan oleh Foxconn yang kini menjadi rekanan produksi BlackBerry dan akan segera membuka pabrik di Indonesia.

Untuk perangkat kelas atas, BlackBerry telah menyatakan akan merancang sendiri secara in-house. “Untuk pasar negara berkembang, Foxconn akan memegang peranan lebih besar. Tapi kami akan mengerjakan sendiri perangkat andalan berikutnya,” ujar Chen.

Melalui Foxconn, BlackBerry sendiri menjelang akhir 2013 telah mengutarakan niat menjalankan manufaktur model-model ponsel baru di Indonesia.

“BlackBerry ingin memproduksi produk-produk baru di Indonesia, sementara kami juga menggali pasar lokal di sana,” ujar juru bicara Foxconn Simon Hsing ketika itu, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Oktober lalu, Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan bahwa pihak Foxconn meminta keterlibatan pemerintah secara langsung dalam proses manufaktur Foxconn. “Salah satunya, yaitu pemerintah diminta untuk membuat riset untuk fasilitas laboratorium. Proses ini sedang kami laksanakan,” kata Hidayat.

Hidayat melanjutkan bahwa nilai investasi yang akan ditanam Foxconn di Indonesia mencapai 5 miliar dollar AS, yang akan disuntikkan secara bertahap. Jika pabrik Foxconn terealisasi, Indonesia bakal mengurangi impor ponsel dan gadget yang bisa mencapai 100 juta unit per tahun.

Tentang lokasinya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo minggu lalu mengatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menyiapkan lahan seluas 200 hektar di kawasan Marunda, Jakarta Utara. Jokowi juga berjanji bakal menyediakan infrastruktur dan tenaga kerja jika diperlukan oleh Foxconn.

Selagi menunggu persiapan fasilitas manufaktur di Indonesia, Foxconn akan memproduksi ponsel BlackBerry di pabrik-pabriknya di China.

http://tekno.kompas.com/read/2014/01/09/0824331/Pabrik.di.Jakarta.Khusus.BlackBerry.Murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *