Siaran Pers Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI),
Aksi 1 Juni 2013
Seribu Buruh Pemanasan Mogok Nasional Jilid II
Tolak Kenaikan Harga BBM dan Outsourcing BUMN

Aksi Buruh BUMNSeribu massa buruh dari KSPI dan FSPMI yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) melakukan aksi di dua lokasi yaitu; Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM Sabtu pagi (1/6) mulai jam 10.00 . Aksi akan di mulai di Kementrian ESDM untuk menolak kenaikan harga BBM, kemudian dilanjutkan ke Kementrian BUMN menuntut pengangkatan pekerja tetap bagi Pekerja outsourcing PT PLN, PT Telkom ,PT Indofarma,PT Pos ,PT Garuda Indonesia dan beberapa BUMN lainnya.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang juga presiden FSPMI Said Iqbal mengungkapkan, aksi 1 Juni ini merupakan aksi pemanasan MPBI menyikapi rencana kenaikan BBM di bulan Juni dan maraknya outsourcing di BUMN. Dia menegaskan, kenaikan BBM yang akan dilakukan pemerintah pada bulan Juni ini hanya akan menurunkan daya beli masyarakat dan pekerja, kenaikan biaya transportasi, dan sewa perumahan.

Dia menerangkan, setiap kenaikan harga BBM Rp.500-1000 per liter, pertama akan menaikan ongkos transportasi Rp.30 ribu perbulan. Kedua, buruh akan membeli makanan dengan harga yang lebih mahal begitupun dengan harga sembako dan komoditi lainnya, harga sewa perumahan juga akan ikut naik. Jadi, lanjut dia, dapat dipastikan imbas dari kenaikan BBM ini akan menurunkan daya beli masyarakat 30 persen dari kenaikan UMP sebesar Rp. 500-700 ribu. Dampak paling fatal akan terjadi inflasi yang tinggi dan akan menjadikan bertambahnya orang miskin.
Dia menilai, seharusnya kenaikan BBM tidak perlu terjadi sebab Indonesia masih mempunyai potensi pajak yang besar, yang dapat digunakan untuk anggaran subsidi BBM. Menurutnya, sikap pemerintah yang bersikeras menaikan harga BBM justru menunjukan kegagalan pemerintah dalam mengelola keuangan negara.

Aksi seribu massa yang hari ini datang ke Kementerian BUMN ini juga menuntut agar outsourcing, PT PLN, PT Telkom, dan BUMN lainnya diangkat menjadi pekerja tetap. Perjuangan mereka sebelumnya dimulai dari kantor pusat PLN dan Telkom, audiensi dengan komisi IX DPR-RI, kantor Kementerian BUMN, sampai upaya bertemu Menteri BUMN. Namun, belum juga ada kepastian status sebagai pekerja tetap. Seharusnya BUMN memberikan contoh yang baik bagi perusahaan-perusahaan lain agar tidak melaksanakan sistem kerja outsourcing. Menurutnya, peraturan outsourcing di beberapa BUMN tersebut sangat jelas melanggar UU no 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, dan Permenakertrans no 19 tahun 2012 tentang syarat-syarat penyerahan sebagian pekerjaan.

Dia menerangkan, salah satu bentuk pelanggaran yang dilakukan BUMN adalah ,dengan memperkerjakan pekerja dengan status outsourcing lebih dari 5 tahun. Sementara berdasarkan kedua peraturan tersebut seharusnya mereka semua sudah diangkat menjadi pekerja tetap. Para buruh menagih janji menteri BUMN yang akan merubah status mereka menjadi pekerja tetap.

Dia memastikan, bila tuntutan buruh dalam aksi 1 Juni ini tidak direspon oleh pemerintah, dan pemerintah tetap memaksakan menaikan harga BBM Juni nanti. Maka, para buruh akan mogok nasional jilid II yang melibatkan 10 juta buruh pada 16 Agustus 2013 mendatang saat Presiden SBY membacakan nota keuangannya di DPR RI

Contact Person :
Badan Pekerja Majelis Pekerja Buruh Indonesia( MPBI )
Muhamad Rusdi : 0816 1717 8821, Subiyanto 0852 1625 2467, Togar Marbun : 0813 1149 8737


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *