Sumber Foto: medanbagus.com

Sumber Foto: medanbagus.com

Tidak ada yang lebih indah, ketika kita terbangun di pagi hari dan menyadari bahwa kita masih memiliki mimpi. Tentu saja, ini bukan mimpi biasa. Ini tentang cita-cita besar, harapan-harapan yang menjulang ke angkasa, yang senantiasa membuat kita bersemangat untuk mewujudkannya.

Apa mimpi saya tentang FSPMI?

Saya berharap, FSPMI tetap eksis dan konsisten dalam berjuang. Hingga kapanpun. Melintasi berbagai  generasi.

Jika melihat prinsip-prinsip serikat buruh yang kuat, yaitu mandiri dan professional – dan ini  sudah mulai dimiliki oleh FSPMI – saya sangat yakin, kedepan FSPMI akan menjadi motor dan lokomotif gerakan buruh Indonesia. Bahkan dunia.

Tentu saja, ketaatan anggota dalam membayar iuran harus terus ditingkatkan. Sebab iuran adalah kunci untuk menjadi serikat buruh yang kuat dan mandiri. Tanpa iuran dan kemandirian dalam segi keuangan, saya kira apapun program yang dibuat hanya akan menjadi omong kosong.

Saya berharap, pendidikan untuk anggota di wilayah Sumatera Utara juga lebih ditingkatkan lagi. Ini penting, agar kami bisa mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain yang sudah terlebih dahulu mengenal FSPMI. Apalagi Sumatera Utara sangat potensial dalam hal pengembangan anggota, sekaligus menjadi ujung tombak untuk melakukan perubahan. Selain banyaknya perusahaan, Sumatera Utara juga merupakan salah satu daerah diluar Jawa yang paling padat penduduknya.

Mimpi saya, di tahun 2016 nanti, jumlah anggota FSPMI Sumatera Utara mencapai 15 ribu anggota dengan 200 PUK. Biarkan saja itu menjadi mimpi saya dihari ini. Dan tiga tahun yang akan datang, saya percaya sejarah akan mencatat, bahwa itu bukan lagi mimpi.

Itu di Sumatera Utara.

Sedangkan di tingkat Nasional, saya berharap FSPMI bisa berada di seluruh Provinsi di Indonesia. Menjadi salah satu serikat pekerja yang kuat, dan memberikan konstribusi nyata akan adanya perubahan di Republik ini. Bahkan, mampu mempengaruhi kebijakan di tingkat internasional.

Jika pada kongres 2012 lalu target PUK FSPMI sebanyak 700 dengan jumlah anggota 250 ribu, saat ini anggota FSPMI sudah dikisaran 230 ribu orang. Jadi sangat masuk akal, jika pada Kongres 2016 nanti, anggota FSPMI sudah mencapai 500 ribu orang anggota dengan sedikitnya 1000 PUK. Jika itu terjadi, dan saya yakin hal itu pasti terwujud, kita bisa melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah dengan lebih efektif.

LOGO INKOPBUMISaya kira, FSPMI juga harus mulai mendiskusikan dengan lebih serius terkait dengan langkah-langkah yang musti diambil organisasi untuk menggalang potensi pendanaan selain dari iuran anggota. Hal ini tidak lain dimaksudkan, agar posisi keuangan organisasi bertambah kuat dan bisa menunjang perjuangan. Baik di pusat maupun di daerah.

Apalagi kita memiliki Induk Koperasi Buruh Metal Indonesia (Inkopbumi). Sayang sekali jika pilar organisasi yang memang dimaksudkan untuk mengembangkan ekonomi organisasi ini tidak dikelola dengan baik. Mengingat kondisi Sumatera Utara yang sebagian besar perkebunan, saya berfikir satu saat nanti organisasi ini mampu membeli lahan atas nama FSPMI. Kemudian diatas  lahan itu ditanamai sawit atau karet, serta tanaman pertanian lainnya.

Tentang pembentukan Partai Buruh, saya kira juga harus mulai kita fikirkan. Apalagi beberapa data menunjukkan, banyak yang sudah tidak lagi percaya dengan partai-partai yang ada sekarang. Dengan mengusung tema dari pabrik ke publik, saya kira kita harus ambil bagian. Bukan untuk mempolitisasi, tetapi untuk melakukan kerja-kerja politik demi kemaslahatan masyarakat. Sebagaimana yang selama ini sudah kita lakukan melalui perjuangan jaminan sosial dan penolakan kenaikan BBM.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *