Menyongsong Tahun Baru

Aksi mengawal penetapan upah minimum di Kantor DPRD Gresik | Foto: Nduk Shofie
Aksi mengawal penetapan upah minimum di Kantor DPRD Gresik | Foto: Nduk Shofie
Aksi mengawal penetapan upah minimum di Kantor DPRD Gresik | Foto: Nduk Shofie

Besok, kita sudah memasuki tahun 2016. Itu artinya, tahun 2015 akan segera berlalu.

Sepanjang tahun ini, banyak hal kita lewati bersama. Saat-saat indah, saat-saat susah, kita jalani dengan sepenuh hati. Kita percaya, di dalam organisasi FSPMI, semua kita adalah saudara.

Barangkali ini adalah tahun yang sulit. Diterbitkannya PP Pengupahan oleh Presiden Jokowi, menyebabkan pemiskinan terhadap buruh  secara struktural. PP Pengupahan tidak saja menyebabkan kenaikan upah yang minim, tetapi secara bersamaan, juga menghilangkan peran serikat buruh dalam menentukan besarnya kenaikan upah minimum.

Kita sudah melawan PP Pengupahan itu dengan sekuat yang kita bisa. Puncaknya, pada tanggal 24 – 27 Nopember 2015 yang lalu, kita melakukan mogok nasional. Tetapi pemerintah tidak bergeming. Hingga saat ini, PP Pengupahan belum dicabut.

Mogok nasional bukanlah akhir dari perjuangan. Berakhirnya mogok nasional, justru mengawali babak baru perjuangan upah. Saat ini, kita sedang mengajukan judicial review di Mahkamah Agung. Sementara, secara politik, kita juga mendesak agar DPR RI membentuk Pansus Upah. Perjuangan masih akan berlanjut.

FSPMI tidak menutup mata terhadap anggota yang ter-PHK pasca mogok nasional itu. Saat ini perangkat organisasi dan segenap Tim Advokasi tengah berupaya agar seluruh pekerja yang di PHK bisa dipekerjakan kembali. Lebih dari itu, secara khusus, Presiden FSPMI Said Iqbal menyampaikan salam hormat kepada kawan-kawan yang telah berjuang melawan kebijakan pemerintah dengan sebaik-baiknya. Kita sudah tahu resiko yang akan kita hadapi. Tetapi dengan gagah berani, kita mengambil semua resiko itu.

Memasuki tahun 2016, banyak agenda menanti di depan kita. Bulan Februari 2016, di Surabaya, FSPMI akan mengadakan Munas dan Kongres V. Ini bukan saja tentang memilih pemimpin yang akan menahkodai organisasi FSPMI selama 5 (lima) tahun kedepan. Lebih dari itu, ini adalah tentang, bagaimana dalam 5 (lima) tahun kedepan kita menyusun program kerja dan merumuskan isu prioritas perjuangan.

Satu hal yang pasti, di tahun 2016 nanti, kita bekerja sebaik-baiknya untuk menyelesaikan semua hal yang belum kita selesaikan di tahun 2015 ini.

Semoga kita akan baik-baik saja, dan diberi kekuatan serta kemudahan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas: Menjadi Pembebas Kaum Yang Tertindas.

Salam

Tim Media FSPMI