Siaran Pers KSPI
29 September 2013
Menjelang Konfrensi Akbar

Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh ( foto : Budi Wardoyo )

Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh ( foto : Budi Wardoyo )

Menjelang Konfrensi Besar/Rapat Akbar Buruh Indonesia. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menyatakan sikap;

1. Mengapa upah min harus naik 50%? semenjak kenaikan harga bbm hingga sekarang daya beli buruh terus turun&inflasi meningkat. Kenaikan harga2 membebani buruh terutama sewa rumah,ongkos,dan belanja kebutuhan barang sehari2. Upah minimum tertinggi di Indonesia (DKI Rp 2,2 jt) lebih rendah dari Thailand (Rp2,8 jt) dan Philipina(Rp3,2 jt) hanya sedikit lebih dr Kamboja dan Vietnam(tapi infrastrukturnya lebih buruk).

Padahal ekonomi indonesia yg tumbuh no 2 dan GDP no 16 di dunia(walaupun dampak pelemahan rupiah sedikit memperlambat pertumbuhan ekonomi) tapi tidak terasa bagi buruh karena pertumbuhan hanya dinikmati segelimtir orang dimana 1% orang kaya menguasai asset 40% yg dimiliki rakyat Indonesia yg terlihat dr gini ratio 0,41.

Kondisi upah murah ini sudah berlangsung 20 tahun dan gap pendapatan terus terjadi,buruh tidak berdaya,dan ketika buruh mulai membangun kekuatan daya tawarnya terhadap pemerintah dan pengusaha melalui strategi KLA(Konsep Lobby Aksi) untuk memperbaiki daya belinya melalui upah layak,lagi2 buruh disudutkan dengan pernyataan tidak mau mengerti kondisi ekonomi dan kesulitan perusahaan,padahal buruh sudah memberikan pandangannya bahwa bagi industri padat karya yg tidak lagi mampu bayar upah min DKI&BODETABEK maka dapat relokasi usahanya ke daerah yg upah min nya rendah spt Semarang(Rp1,2 jt),Kendal.(Rp 980 rb),Boyolali(Rp 860 rb),Subang,Sukabumi dll yg nilai upah minimum nya lebih rendah dari Kamboja & Vietnam. Kalau kebijakan ini tidak dilakukan maka rezim upah murah akan berlangsung terus dan eskalasi aksi buruh akan meningkat terus di tahun yang akan datang.

Belum lagi parameter 60 item KHL seolah2 sudah menempatkan buruh hidup layak,padahal apakah rasional untuk gizi buruh&anaknya hanya dg makan daging 0,75kg perbulan & 5 potong ikan segar?
Bagaimana mungkin kamar ukuran 3×4 bisa layak huni? semua ini adalah irrasional..
Itulah jawabannya,tentu masih bisa di negosiasikan 50% tsb(84 item KHL)

2. Mengapa Mogok Nasional yg kedua kalinya di 2013 ini?
Strategi KLA(Konsep Lobby Aksi) yg dilakukan buruh sebenarnya menyiratkan keinginan kuat gerakan buruh indonesia untuk berdialog dalam mencari solusi masalah perburuhan dan kerakyatan,tapi sayang lembaga2 formal yg ada tidak memerankan fungsinya dg baik dan terlebih lagi ketika staregi APINDO yg langsung meminta pemerintah membuat INPRES pengaturan upah min yg membatasi kenaikan nilai upah minimum membuat reaksi balik buruh melawan dg keras”konspirasi Upah murah” tersebut karena INPRES tersebut menabrak UU Ketenagakerjaan dan mematikan peran dewan pengupahan untuk melakukan survei biaya hidup(KHL) sebagai dasar penetapan upah minimum.

Hal ini mendorong buruh bersikap bahwa Lobby yg dilakukan serikat buruh ke pemerintah dan APINDO tidak ada titik temu. Konsep buruh ttg KHL 84 item yg sudah diserahkan kepada pemerintah dan APINDO tidak mendapat respon sama sekali dan tidak ada perundingan resmi satu kalipun.Bahkan aksi2 buruh dlm eskalasi kecil menengah sbg upaya mengingatkan pemerintah dan APINDO malah direspon dg pernyataan”permintaan buruh irrasional” dan “aksi buruh akan dihadapi dg pendekatan keamanan” sehingga membuat buruh makin tidak memahami arah kebijakan APINDO dan pemerintah.

Padahal dalam pandangan serikat buruh bila upah dinaikan dalam batas layak maka akan meningkatkan daya beli/purchasing power sehingga akan menaikan konsumsi domestik yang pada akhirnya membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi. Bahkan konsep usulan serikat buruh tentang jaminan kesehatan seluruh rakyat pada 1 Januari 2014 bukan bertahap 2019 dengan orang miskin/tidak mampu yg dibiayai negara sebanyak lebih 100 jt orang serta buruh meminta outsourcing di BUMN di hapus itupun tidak di gubris oleh pemerintah.

Oleh karenanya buruh berpandangan,Konsep tertulis(ttg upah layak,implementasi jaminan kesehatan,hapus outsourcing di bumn) sudah disampaikan dan Lobby sudah berulang kali dilaksanakan serta Aksi dalam skala kecil menengah sudah di lakukan tapi tidak di respon,maka Mogok Nasional pilihannya.

Trimakasih

Said Iqbal
Presiden KSPI

Categories: Siaran Pers

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *