IMG-20131103-WA003Kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian ormas tertentu terhadap para buruh yang sedang melakukan mogok nasional pada akhir bulan Oktober lalu dipastikan akan berbuntut panjang. Pasalnya, buruh telah melaporkan adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa tersebut ke Mabes Polri. Tak berhenti sampai disitu, buruh bahkan terus menggalang kekuatan untuk melakukan perlawanan secara total terhadap para preman.

Jangan dibayangkan, perlawanan total yang akan dilakukan kaum buruh adalah dengan membalas dendam secara brutal. Bukan. Bukan itu. Sebaliknya, buruh akan melakukan cara-cara yang dibenarkan oleh hukum dalam melakukan perlawanan.

Pun seperti ketika peristiwa “Bekasi Berdarah” itu terjadi, buruh sedang melakukan aksi mogok kerja secara damai. Pemogokan yang legal, karena sebelumnya telah diberitahukan kepada pihak kepolisian.

Ironis. Bukannya mendapatkan perlindungan dari pihak kepolisian. Tetapi ketika dengan membabi buta sekelompok orang dengan senjata tajam membacok dan mengeroyok buruh, mereka justru melakukan pembiaran.

Atas kejadian itu, buruh telah melaporkan ke Mabes Polri. Mereka yang telah dilaporkan diantaranya: Para Pelaku (masih dalam penyelidikan), Kapolres Bekasi dan jajarannya (diduga melakukan pembiaran), dan Bupati Bekasi dan Budiyanto (Sekjen Aspelindo yang juga anggota DPRD Kabupaten Bekasi) yang diduga melakukan tindak pidana menghalang-halangi hak mogok kerja buruh.

Disamping itu, Tim Kuasa Buruh Bekasi (LBH Jakarta, KONTRAS, TURC dan LBH FSPMI) juga telah melaporkan kepada LPSK (Lembaga Penjamin Saksi dan Korban).

Kemarin, hari Selasa tanggal 05 Nopember 2013 jam 14.00 LPSK telah mengunjungi para buruh yang menjadi korban kekerasan di RS Hosana Medika Lippo, Cikarang, Bekasi.

Hari ini, kasus ini juga akan dibawa ke Kompolnas dan Komnas HAM.

Tak berhenti sampai disitu, besok, ribuan buruh juga akan mengepung Kantor Pusat APINDO di Jakarta, meminta pertanggungjawaban kepada Sofyan Wanandi selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia ini.

Hukum harus ditegakkan. Setegak-tegaknya. (Kascey)


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *