Memalukan, Jamsostek Gunakan Pekerja Outsourcing

Posted by

Siaran Pers KSPI 6 September 2013

aksi serikat pekerja Jamsostek

aksi serikat pekerja Jamsostek

Terkait diterimanya perwakilan massa aksi oleh pimpinan perusahaan PT Jamsostek Massa aksi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Asosiasi serikat Pekerja Indonesia, dan Serikat Pekerja Outsourcing PT Jamsostek berhasil menduduki PT Jamsostek dalam aksi kamis kemarin hingga pihak manajemen PT Jamsostek menyerah dan menerima perwakilan aksi KSPI, untuk menyampaikan tuntutan.

Sekertaris Jendral KSPI Muhammad Rusdi menuntut, pekerja outsourcing di PT Jamsostek diangkat menjadi pekerja tetap paling lambat akhir September 2013 ini, terkait dengan akan adanya rencana PHK massal terhadap 900 pekerja outsourching Jamsostek pada bulan Oktober. Dia menegaskan, jika ada satu pekerja outsourcing Jamsostek di PHK sepihak maka taruhannya 1 direksi Jamsostek harus mundur, dan jika ketua umum serikat outsourcing Jamsostek di PHK maka taruhannya Dirut Jamsostek harus mundur, itu merupakan harga mati, dikarenakan KSPI tidak bisa menerima jika perusahaan yg mengelola uang buruh digunakan untuk menindas buruh.

Pertemuan Sekjen KSPI dengan perwakilan Jamsostek

Pertemuan Sekjen KSPI dengan perwakilan Jamsostek

Sekjend Asosiasi Pekerja Indonesia (Aspek) Sabda Pranawa Djati mengungkapkan, PT Jamsostek telah melanggar hukum dan aturan Permenakertrans no 19 tahun 2012 tentang pekerja outsourcing. Menurutnya, para pekerja outsourcing Jamsostek ini dimasukan pada sektor coe bisnis dimana sebenarnya aturan tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan apalagi oleh perusahaan BUMN sebagai perusahaan negara. Dia menegaskan, direksi PT jamsostek harus mengangkat seluruh pekerja outsourcing BUMN menjadi karyawan tetap tanpa syarat tes seleksi apapun. Sebab, menurutnya, seleksi hanya merupakan akal-akalan direksi PT Jamsostek agar 900 pekerja outsourcing gugur dengan sendirinya.

Iswan Abdulah salah satu ketua departemen KSPI mengutuk keras tindakan PT Jamsostek yang akan melakukan pemecatan terhadap 900 pekerja outsourcing BUMN. Dia menyatakan, buruh tidak bersedia dana iuran buruh yang dikelola PT Jamsostek digunakan untuk menindas karyawan PT Jamsostek. Selain itu, dia menolak keras dana buruh digunakan untuk membeli saham blue chip yang harga nya mencapai triliunan. Dia menegaskan, bila pada bulan oktober nanti pekerja jamsostek tetap di PHK, maka buruh akan melakukan aksi besar-besaran mengepung kantor pusat jamsostek dan kantor kantor Jamsostek di daerah yang puncaknya pada mogok nasional oktober/september.

Aksi Garda Metal di gedung Jamsostek 5 September 2013

Aksi Garda Metal di gedung Jamsostek 5 September 2013

Sementara itu, ketua umum serikat pekerja jaminan sosial Indonesia ( SP JSI) Aris mengungkapkan seluruh pekerja outsourcing PT jamsostek sangat kecewa dengan kebijakan PT Jamsostek yang akan mem’PHK mereka Oktober mendatang. Dia merasa kerja keras dia dan teman-temannya yang berjasa besar bagi kemajuan Jamsostek menjadi perusahaan kelas dunia tidak dihargai, padahal banyak yg telah bekerja belasan tahun mengabdi di Jamsostek

Trimakasih Tim Media KSPI

Share