Bekasi, FSPMI – Hujan lebat yang mengguyur sebagian wilayah Jawa Barat membuat beberapa daerah, termasuk Kabupaten Bekasi, diterjang banjir. Muara Gembong, menjadi salah satu kecamatan terdampak banjir cukup parah.

Ada 8 titik akibat tanggul sungai jebol. 2 titik sebagian sudah terisolasi karena derasnya air yang sudah tidak bisa kendalikan lagi. Desa Pantai Bahagia, salah satu desa yang terkena banjir dikarenakan jebolnya tanggul di Muara Gembong. 

Selasa malam (25/2), sekitar pukul 22.00 WIB, hujan lebat mengguyur daerah tersebut dirasakan warga sekitar hingga pagi hari. Hal inilah yang memicu meluapnya air sungai yang melintas wilayah tersebut.

Bersama timnya, Uun Marpuah, istri Obon Tabroni, segera bergegas ke wilayah Kecamatan Muara Gembong guna memberikan bantuan seadanya kepada masyarakat yang terkena banjir. 

Dalam perjalanannya, tak sepatah kata yang terucap dibibirnya, entah apa yang ada dalam pikiran ibu yang membawa anak yang masih balita ini.

Sesampainya di Muara Gembong, Uun langsung memberikan bantuan walau dengan keadaan lelah karena perjalanan panjang. 

Menurut Uun, wilayah Muara Gembong harus jadi perhatian serius pihak pemerintah, dimana ada beberapa tanggul yang telah lama menjadi penghalang air ke pemukiman warga sudah berumur lama.

“Tidak bisa dibayangakan ketika tanggul yang jebol tepat di dekat pemukiman, air akan tumpah ruah menghantam apa yang ada didepannya,” kata Uun, Rabu (25/02/2020).

Meluapnya air di bantaran kali Muara Gembong membuat bantuan logistik sulit untuk mencapai titik terdampak banjir.

Dengan alat seadanya Uun Marpuah bersama tim terus menyusuri wilayah Muara Gembong yang bisa dilalui untuk menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, biskuit untuk bayi, dan bantuan untuk ibu hamil. 

Bantuan yang sudah disiapkan oleh tim ludes disalurkan tanpa ada sisa. Di sela – sela membagikan bantuan, salah satu tim Uun menyampaikan keprihatinan mendalam akibat banjir yang menimpa Muara Gembong. 

“Di jam aktifitas yang seharusnya warga melakukan kegiatan seperti biasa namun saat ini tidak bisa melaksanakan kegiatannya karena derasnya hujan. Banjir yang melanda pemukiman membuat warga sekitar terpaksa harus menyelamatkan barang berharga miliknya,” tambah salah satu tim yang menemani Uun.

Curah hujan yang terus mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi, membuat daerah ini tidak luput dari kebanjiran. Termasuk perumahan-perumahan yang dihuni buruh yang ada di kedua wilayah tersebut. 

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan terus mengguyur wilayah Jabodetabek dan sebagian besar pulau Jawa hingga Maret mendatang. (Jhole)