Rapat Pimpinan III DPP FSPMI diselenggarakan di Park Hotel pada tanggal 15 - 17 Februari 2014.

Rapat Pimpinan III DPP FSPMI

Sehubungan dengan diberhentikannya Bung Ridwan Monoarfa sebagai pengurus DPP FSPMI dan PP SPEE FSPMI, berikut adalah penjelasan resmi organisasi tentang kebijakan tersebut:

1) Dalam beberapa bulan ini bung Ridwan Monoarfa tidak aktif dalam kegiatan organisasi. Tidak menjalankan tugasnya sebagai pengurus DPP FSPMI. Tidak pernah hadir dalam rapat-rapat yang diselenggarakan organisasi, dan tidak pernah ikut dalam aksi-aksi yang dilakukan oleh organisasi.

Kawan-kawan FSPMI yang biasa melakukan advokasi peserta BPJS Kesehatan, khususnya di Bekasi, beberapa kali meminta bantuan dalam kapasitas bung Ridwan sebagai Dewan Pengawas  BPJS Kesehatan yang juga pengurus DPP FSPMI, tetapi tidak “dilayani” dengan maksimal.

2) Dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), diatur bahwa anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dilarang menjadi pengurus organisasi serikat pekerja. Dengan demikian, atas nama Undang-undang bung Ridwan Monoarfa diberhentikan sebagai pengurus FSPMI dan KSPI.

3) DPP FSPMI sudah memanggil bung Ridwan Monoarfa untuk membicarakan hal ini. Terakhir ketika bertemu dengan Ketua Umum SPEE FSPMI (bung Judy Winarno), bung Ridwan diminta untuk memilih apakah tetap menjadi pengurus organisasi atau tetap menjadi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan. Dan jawaban bung Ridwan adalah tetap menjadi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan. Dalam hal ini, keputusan untuk tidak lagi menjadi pengurus didalam struktur organisasi FSPMI dan SPEE FSPMI adalah keputusan bung Ridwan sendiri.

4) Keputusan DPP FSPMI untuk memberhentikan bung Ridwan dari pengurus dihasilkan setelah melakukan (tiga) kali rapat rutin yang dihadiri pengurus DPP FSPMI dan PP SPA FSPMI serta hasil Rapat Konsolidasi Nasional pada tanggal 12 – 14 Agustus 2014 di Hotel Lembah Nyiur, Cisarua – Jawa Barat, yang dihadiri 150 orang perwakilan pengurus FSPMI se-Indonesia.

Kepada kawan-kawan tidak perlu cemas dengan pilihan bung Ridwan untuk memilih tetap menjadi anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, karena pendapatannya sebagai Dewan Pengawas sudah diatas 50 juta.

Demikian penjelasan resmi organisasi, agar bisa dipahami oleh seluruh anggota FSPMI. (Red)