Inilah Cerita Pujo Dewo Ruwet Pambudi

Pujo, saat diseret dan dipukuli polisi.
Beginilah kondisi Pujo, saat diseret dan dipukuli polisi.

Ketika ditanya pengalamannya saat ditangkap polisi dalam aksi unjuk rasa menolak PP Pengupahan di depan Istana Negara pada tanggal 30 Oktober 2015 yang lalu, Pujo Dewo Ruwet Pambudi enggan berbicara panjang. Pria yang saat ini menjabat sebagai salah satu pengurus di Pimpinan Pusat SPL FSPMI ini bahkan mengatakan, itu adalah pengalaman yang biasa bagi dirinya. Pengalaman seperti ini, baginya bukan hal yang pertama.

Menurut mbah Pujo, begitu ia biasa dipanggil, saat gas air mata ditembakkan, dia masuk kedalam mobil komando. Duduk di samping sopir.

“Niat saya adalah mempertahankan mokom,” katanya.

Mobil sudah berjalan mundur. Tetapi polisi menghadang mobil itu. Pujo ditarik keluar. Diseret dan dipukuli.

Pemukulan itu kembali dilakukan, sebelum naik ke mobil dalmas, bersama dengan teman-teman lain yang juga ditangkap. Mereka dibawa ke Polda.

Pemeriksaan di Polda sungguh melelahkan. Satu pertanyaan yang sama, bahkan diulang-ulang hingga 3 kali, selama 20 jam. Dalam kondisi lelah, habis dipukuli, diperiksa selama 20 jam jelas menjadi “siksaan” tersendiri.

Tetapi harus diakui, Pujo adalah aktivis senior di FSPMI. Ia bahkan meminta kepada kawan-kawannya untuk tidak kapok dan terus memperjuangkan keadilan. (*)

(Wiwik-109)