Herlina mengaku bangga dengan perkembangan jumlah anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Batam. Apalagi, saat ini, banyak pekerja yang secara sukarela mendaftar sebagai anggota FSPMI. Hal itu membuktikan jika FSPMI telah dipercaya sebagai organisasi serikat pekerja yang mampu menjawab kebutuhan pekerja untuk mendapatkan pembelaan dan perlindungan.

526866_4212621608693_1988122295_nMeskipun demikian, Herlina mengingatkan, sebagai organisasi, FSPMI harus terus menerus berbenah. Baik dari sisi kuantitas, maupun kualitas.

Organisasi ini harus dikelola dengan baik. Sebagaimana yang telah jauh-jauh hari diingatkan oleh Ali bin Abi Thalib: Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.

“Jika kaum pekerja ingin memenangkan tuntutannya, syaratnya adalah harus dengan menguatkan organisasinya,” begitu kira-kira Herlina mengingatkan kepada kita semua.

Bagi perempuan yang menjadi Caleg DPRD Kota Batam dari Partai PKB (Partai Nomor Urut 2, Caleg Nomor Urut 2, Dapil 2) ini: “ Orasi adalah moment terpenting yang sangat membakar semangat diri. Menjadi Trainer/Fasilitator adalah kebanggaan karena bisa berbagi ilmu yang dimiliki. Rakernas dan Kongress adalah saat yang ditunggu karena bisa bertemu dengan teman-teman dari Provinsi lain, termasuk didalamnya sebagai penentu berbagai kebijakan organisasi.”

Itu juga jawaban yang diberikan oleh Herlina, saat ditanya tentang beberapa hal yang berkesan selama menjalankan tugas-tugas organisasi: Orasi – menjadi fasilitator – mengikuti Rakernas dan Kongres.

555859_3962724361418_375752519_n

Dengan pelan, siang itu Herlina mengatakan, bahwa “Hidup hanya sekali, maka jadikanlah diri kita bermanfaat untuk banyak hal.” Tidaklah mengherankan, jika kemudian ia begitu percaya diri dengan mengikuti beragam kegiatan. Baik dikalangan pekerja maupun masyarakat umum. Karena dengan begitu, keberadaannya bisa bermanfaat bagi semua.

Herlina berharap, kedepan FSPMI harus memiliki partai sendiri. Sehingga buruh bisa dikoordinir dengan baik sesuai dengan sektor dan kepentingannya.

Bisa jadi, untuk sebagian orang, harapan Herlina sangatlah berlebihan. Tetapi justru hal itu semakin menegaskan, bahwa seorang Herlina adalah buruh perempuan yang telah memiliki pemahaman politik cukup baik. Tidak ada pilihan lain, bagi kita, untuk memberikan dukungan agar ia bisa mewujudkan cita-citanya. (*)

Artikel Terkait:

Herlina: “Perempuan Bisa”

Herlina: “Rahasia Dibalik Angka Dua”

Herlina: “Kita harus terus berbenah”

2 Thoughts on “Herlina: “Kita harus terus berbenah””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *