Suasana rapat Dewan Pengupahan Kota Batam

Suasana rapat Dewan Pengupahan Kota Batam

Baru saja Tim Media FSPMI mendapatkan informasi dari Kota Batam terkait dengan perkembangan penetapan upah minimum disana. Informasi tersebut disampaikan oleh M. Mustofa, seorang kontributor kami yang berada di Batam. Kami percaya, kebijakan upah adalah kebijakan lintas daerah. Apa yang terjadi di Batam, juga akan berpengaruh kedaerah lain.

Mustofa mengabarkan, jika pada hari ini akan ada rapat Dewan Pengupahan Kota Batam (17 Oktober 2013) dengan agenda pemaparan dari serikat pekerja dan asosiasi pengusaha.

Hingga saat ini,  ada berapa hal yang sedang diritisi oleh anggota Dewan Pengupahan dari FSPMI. Dalam pertemuan tanggal 11 Oktober 2013 yang lalu, anggota Dewan Pengupahan Kota Batam dari FSPMI, Muhamad Mustofa dan Darmo Juwono melakukan protes keras kepada pemerintah Kota Batam atas ketidakhadiran dari 3 dinas dan 1 lembaga dalam rapat. Padahal agenda rapat tersebut sangat penting, yaitu terkait dengan pemaparan kondisi perkembangan ekonomi, transport dan sektor investasi.

Adapun dinas dan lembaga yang tidak hadir dalam rapat tersebut adalah Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian serta BP Kawasan.

Ketidakhadiran mereka, menunjukkan ketidakseriuasan mereka dalam pembahasan upah di Batam. “Kami protes keras kepada Walikota Batam, dan meminta Walikota untuk menegur dinas-dinas terkait yang tidak hadir. Karena masalah upah bukan masalah buruh saja, tapi masalah kita bersama,” ujar Darmo Juwono.

Sesuai pemaparan BPS Kota Batam, ekonomi di Batam dipengaruhi hampir 56% dari sektor industri. Oleh karena ini, penentuan upah minimum ini tidak boleh dianggap remeh.

Ironisnya, saat ini di Batam banyak sekali opini yang menyesatkan, sebagaimana yang dilansir dibeberapa koran lokal. Salah satu contohnya, disebutkan bahwa kenaikan upah akan membuat harga-harga bahan pokok naik. Padahal disitulah peran pemerintah untuk mengendalikan harga. Apalagi, faktanya, dengan adanya kenaikan upah maka saya beli akan meningkat.

“Hal ini lah yang akan kita gali dari dinas terkait. Tetapi ternyata meraka tidak Datang,” ujar Mustofa. (*)

Categories: Kabar Anggota

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *