Meskipun ditolak oleh sebagian besar elemen masyarakat, akhirnya sidang paripurna DPR RI mengesahkan UU ORMAS. Pengesahan Undang-undang ini tidak berselang lama dengan kenaikan harga BBM, yang juga ditolak oleh rakyat. Dengan dua peristiwa besar yang saling berdekatan ini – pengesahan UU ORMAS dan kenaikan harga BBM – pemerintah seolah-olah sedang mempertontonkan kekuasaannya. Sebagai penguasa, apapun bisa ia lakukan

Hal sebaliknya terjadi pada UU BPJS. Meskipun dalam Undang-undang ini mengamanatkan per 1 Januari 2014 seluruh rakyat Indonesia mendapatkan Jaminan Kesehatan, namun pemerintah mewacanakan pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2019. Meskipun rakyat mendesak agar pemerintah segera menjalankan Undang-undang ini, namun seolah mereka tak peduli. Mereka tak merasa risih sedikitpun, meskipun hal itu nyata-nyata melanggar konstitusi.

Satu hal yang sering kali luput dari perhatian kita adalah, baik UU ORMAS, UU BPJS, termasuk kenaikan harga BBM, semua itu adalah produk politik. Suka atau tidak suka, ketika keputusan politik sudah dibuat, maka rakyatlah yang akan merasakan dampaknya.

Lalu kita mendengar beberapa orang diantara kita dengan sinis memberikan pernyataan, bahwa politik itu kotor.  Politisi itu tak lebih dari kumpulan “bandit”. Mereka hanya mengatasnamakan rakyat hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya saja. Saking sibuknya menunjuk pihak lain,  mereka lupa memberikan solusi. Barangkali benar, di tangan “para bandit” politik itu kotor. Tetapi bukankah hal itu juga berlaku sebaliknya: Di tangan pejuang, politik itu memberikan harapan?

Nah, dalam konteks itu, menyadari bahwa perjuangan kaum buruh erat kaitannya dengan kebijakan politik, FSPMI memutuskan untuk memberikan dukungan kepada kader-kader terbaik organisasi untuk maju dalam pemilihan umum legislatif pada tahun 2014 nanti.

Dukungan ini tidak berarti menjadikan FSPMI menjadi underbow partai politik. Sama sekali, tidak. Partai hanyalah media, agar kader-kader FSPMI bisa berada di atas panggung pemilihan umum. Pun kader FSPMI tidak maju hanya melalui satu partai. Kader-kader FSPMI menjadi caleg melalui PDI Perjuangan, PAN, PKS, dan beberapa partai lain. Kita tidak mempermasalahkan hal itu, karena memang FSPMI tidak memposisikan diri sebagai kepanjangan tangan partai politik tertentu. Buruh pilih buruh: apapun partainya, buruh pilihannya.

Sumber Foto: Fb Surya Tjandra

Sumber Foto: Fb Surya Tjandra

Untuk mengenalkan kader-kader FSPMI yang akan maju dalam pemilihan umum legislatif 2014, tanggal 1 Juli 2013 yang lalu diselenggarakan launching caleg buruh. Acara ini berlangsung di Puri Ardhya Garini, Jakarta Timur, dan diikuti lebih dari dua ribu peserta. Sehari sebelumnya, caleg buruh FSPMI juga diperkenalkan dalam Jambore Nasional I Garda Metal, di Bumi Perkemahan Cibubur.

Dalam acara launching tersebut, terdapat 32 (tiga puluh dua) nama caleg buruh yang direkomendasikan FSPMI. Mereka tersebar di 10 (sepuluh) wilayah. Masing-masing adalah Bogor, Tangerang, Bekasi, Karawang, Cimahi, Jawa Timur, Kepri, Bintan, Karimun, dan Sumatera Utara.

Sengaja, acara launching caleg buruh ini diselenggarakan bertepatan dengan pemutaran perdana film Working Class Heroes di Indonesia. Seolah hendak menegaskan kepada para caleg buruh, bahwa mereka menjadi seperti yang sekarang karena dukungan kaum buruh. Jika kelak mereka terpilih sebagai anggota legislatif, pada hakekatnya hal itu hanya untuk melanjutkan perjuangan kaum buruh. “Jadilah pahlawan untuk kaum buruh,” begitu kira-kira pesan yang hendak kita sampaikan kepada mereka.

Kita membayangkan, pada satu saat nanti, ketika kaum buruh sedang melakukan aksi di jalan-jalan, di dalam Senayan ada wakil buruh yang berani berteriak lantang tentang apa yang menjadi aspirasi kaum pekerja. Di tangan para bandit, bisa jadi politik itu kotor. Tetapi di tangan para kader buruh, yang selama ini kesetiaannya kepada rakyat kecil sudah teruji, politik itu menjadi sesuatu yang menarik. Politik itu memberikan harapan: ia mempermudah bagi terciptanya jalan menuju kesejahteraan.


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *