Banda Aceh, FSPMI – Dalam rapat pertemuan strategis yang di gelar oleh Aliansi Buruh Aceh pada hari Senin tanggal 24 Februari 2020 kemarin, sejumlah Federasi dan Konfederasi yang tergabung dalam wadah Aliansi Buruh Aceh secara tegas menyatakan sikap menolak Omnibus Law.

Pertemuan yang digelar sehari penuh tersebut selain menyamakan persepsi dan gagasan bersama juga digelar pengambilan video pernyataan sikap menolak Omnibus Law yang dinilai akan merusak tatanan ketenagakerjaan di Indonesia.

Dalam sambutannya, ketua Aliansi Buruh Aceh, Drs. Tgk. Syaiful Mar, menyatakan bahwa Omnibus Law merupakan produk paksaan pemerintah atas dorongan pengusaha.

Jika kita lengah maka dipastikan dalam 100 hari kedepan RUU ini akan disahkan oleh DPR menjadi UU, tentu kita tidak bisa tinggal diam dan harus mulai merapatkan barisan untuk perjuangan kemerdekaan buruh Indonesia, tutur pria yang juga merupakan ketua Perda KSPI Provinsi Aceh ini.

Disela-sela kegiatan, ketua DPW FSPMI Aceh, Habibi Inseun, menyatakan bahwa selain merugikan pekerja, Omnibus Law juga dikhawatirkan akan menjadi pemicu perbudakan modern yang dilegalkan, kita harus bangkit melawan agar hak kita tidak direnggut oleh kepentingan kaum kapitalis.

Perjuangan ini serta merta juga untuk masa depan anak cucu kita agar kehidupan mereka kedepan lebih baik, ujar aktivis pergerakan yang juga sekretaris Aliansi Buruh Aceh ini.

Masih dalam sesi yang sama, Sekretaris DPW FSPMI Aceh, Edy Jaswar menambahkan bahwa penghapusan pasal pidana bagi pengusaha/perusahaan yang melanggar aturan ketenagakerjaan dikhawatirkan akan membludak kasus-kasus pelanggaran norma ketenagakerjaan.

Saat ini saja aturan masih ada tapi banyak kasus yang belum semua dapat diselesaikan, konon lagi jika pasal pidana tersebut dihilangkan, bisa kiamat kita kaum buruh, tuturnya.

Sebagaimana diketahui bahwa Aliansi Buruh Aceh yang dibentuk pada tahun 2016 silam merupakan sebuah wadah perjuangan bersama sejumlah federasi dan konfederasi afiliasi guna mencapai tujuan yang sama, yaitu mewujudkan masyarakat pekerja/buruh Aceh yang bermartabat dan berkeadilan.

Adapun federasi afiliasinya adalah FSPMI-KSPI, Aspek Indonesia-KSPI, PGRI-KSPI, FSPPP-KSPSI, FSPTI-KSPSI, FKUI-KSBSI, Gaspermindo, FSP ISI & Serikat Pekerja Keperawatan Aceh (SPKA). (Edy Jaswar)