IMG_00001607Tentu kita mengapresiasi langkah pihak Kepolisian yang telah mengamankan 10 orang perusakan, pengeroyokan dan penganiayaan buruh di Bekasi. Kita juga berharap, mereka yang bersalah akan mendapatkan hukuman yang setimpal. Bukan sebagai bentuk pembalasan dendam. Tetapi agar dikemudian hari, peristiwa seperti ini tidak akan terulang kembali.

“Kasusnya sudah masuk tahap pemberkasan. Sebentar lagi berkas rampung dan segera dilimpahkan ke pihak Kejaksaan,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Jumat kemarin (29/11/2013) di Mapolda Metro Jaya.

Tetapi kita juga meminta, tak hanya pelaku lapangan yang ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara. Aktor intelektualnya pun, juga harus dimintai pertanggungjawaban. “Dugaan kita, aktor intelektual dibalik peristiwa perusakan, pengeroyokan dan penganiayaan buruh di Bekasi pada saat berlangsungnya mogok nasional adalah Ketua dan Sekeratis ASPELINDO Hartono dan Budiyanto,” ujar Presiden Said Iqbal.

Seperti diketahui, di Jakarta, buruh kembali melakukan aksi besar-besaran pada tanggal 28 November 2013 kemarin. Secara umum, tuntutan aksi buruh pada hari Kamis itu ada dua: meminta upah layak dan meminta agar aktor intelektual kasus kekerasan terhadap buruh segera ditangkap.

Seperti tertuang dalam instruksi yang disampaikan DPP FSPMI, semula, buruh bermaksud melakukan Mogok Daerah selama 2 (dua) hari, yakni tanggal 28 dan 29 November 2013. Tetapi karena beberapa pertimbangan, akhirnya pelaksanaan Mogok Daerah tersebut ditunda pelaksanaannya, dan sebagai gantinya, buruh menggelar unjuk rasa ke Mabes Polri dan Kantor Gubernur DKI Jakarta.

Penundaan ini bukan berarti kita menganggap perjuangan upah telah selesai.

Sebagaimana yang dikatakan Iqbal, penundaan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada Pemerintah dan Polri untuk menindaklanjuti tuntutan buruh.

Disisi yang lain, penundaan ini juga menjadi media bagi kita untuk melakukan evaluasi terhadap semua hal yang sudah kita lakukan terkait dengan perjuangan ini. Dalam beberapa bulan ini, hampir merata diseluruh daerah, telah terjadi gelombang aksi unjuk rasa yang dilakukan kaum buruh.

Ada banyak kekurangan, tentu saja.

Banyak juga capaian yang kita dapatkan. Investasi penting dari semua ini adalah tumbuhnya kesadaran dibanyak daerah untuk bergerak. Perlawanan kita mulai merata dan tak hanya terpusat di Jabodetabek saja. Bersama-sama dengan Konsolidasi Nasional Gerakan Buruh (KNGB), kita bahkan bisa melakukan pemogokan di lebih dari 100 Kabupaten/Kota se-Indonesia. Sesuatu yang menggembirakan, ditengah perjuangan menuntut upah layak yang belum sesuai dengan harapan. (Kascey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *