image002Panggil saya, Edwin. Kelahiran Semarang, pada tanggal 6 Desember 1973 silam. Sedangkan nama lengkap saya adalah Edwin Christiawan.

Saya bekerja sebagai Senior Spv di PT. Epson Batam. Sedangkan di Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), selama 2 (dua) periode saya diberi anamah sebagai Wakil Ketua III membidangi HI, K3 dan PKB. Selain aktif diserikat pekerja, saya juga menjadi salah satu pengurus DPC Partai Hanura, Batam.

Ada anggapan, bahwa buruh cenderung alergi terhadap politik. Namun hal itu tidak berlaku buat saya. Bisa saya buktikan, dalam banyak hal, sesungguhnya gerakan serikat buruh sangat erat kaitannya dengan politik. Perjuangan kaum buruh yang tidak terkoneksi dengan perjuangan politik, saya kira hanya berjuang di ‘pinggiran.’ Bung Karno bilang, perjuangan yang seperti itu adalah perjuangan yang remeh temeh. Sebab sejatinya pangkal dari kesejahteraan itu adalah kebijakan yang berpihak pada rakyat. Dan kebijakan seperti ini harus dibaca sebagai: politik.

Terkait dengan keterlibatan saya di Hanura hingga mengapa akhirnya saya bersedia menjadi salah satu caleg buruh yang direkomendasikan FSPMI, dalam bagian terpisah saya akan bercerita lebih lengkap. Sebelum itu, saya hendak mengisahkan keseharian saya di dunia perserikatan.

Saya kira ini penting untuk diketahui. Agar kita bisa mengetahui bagaimana latar belakang seseorang yang hendak mengabdikan dirinya sebagai wakil rakyat. Bukan memilih kucing dalam karung: sosok yang muncul karena pencitraan, tetapi tidak mempunyai visi yang jelas terkait dengan konstituennya.

Pada awalnya, saya melihat gerakan serikat buruh hanya dalam lingkup sempit. Hanya di lingkup perusahaan. Sesekali kami melihat keluar, tetapi tetap saja tidak mengetahui isu apa yang sesungguhnya sedang diperjuangkan serikat pekerja, baik ditingkat lokal maupun nasional.

Jika boleh diibaratkan, kami seperti katak dalam tempurung. Meskipun saat itu di perusahaan kami ada serikat pekerja, akan tetapi serikat pekerja yang ada tidak lebih sebagai penunggu perusahaan. Ruang gerak kami juga sangat terbatas pada peraturan-peraturan ditingkat perusahaan. Itupun lebih sering sebagai ‘stempel’ dari kebijakan perusahaan, ketimbang sebagai serikat pekerja yang memang murni didirikan untuk membela dan melindungi kepentingan anggotanya.

Maklum saja, ketika itu di PT. Epson hanya terdapat SPTP (Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan). Saya justru menduga-duga, barangkali SPTP ini bentukan dari management perusahaan, karena minimnya keberpihakan kepada karyawan. Hal ini sangat terasa dalam pembuatan PKB atau kebijakan perusahaan.

Situasi inilah yang kemudian mendasari kami untuk bergabung dalam federasi serikat pekerja.

Sebelum memutuskan untuk bergabung dengan FSPMI, terlebih dahulu kami berdiskusi dan mencari tahu AD/ART serta perjuangan dan capaiannya. Terutama ditingkat daerah. Kami tidak ingin membeli kucing dalam karung. Apalah gunanya pindah serikat pekerja, jika tidak menjadikan kami lebih baik dari kondisi yang sekarang.

Sampailah kami pada satu kesimpulan, bahwa FSPMI adalah serikat pekerja yang terlihat massif dalam perjuangannya.  Selain itu – dan ini yang membanggakan – ia adalah serikat pekerja yang mandiri.

Singkat cerita, ditahun 2010, secara resmi di PT. Epson Batam telah terbentuk FSPMI.

Sejak saat itu, perjuangan kami tidak hanya dalam lingkup perusahaan. Kami berjuang melintasi dinding-dinding perusahaan. Tidak hanya untuk itu kawasan, tetapi juga isu dunia.

Sebagai Wakil Ketua Bidang III yang salah satunya adalah K3, saya memiliki pengalaman mengesankan ketika diundang dalam Konferensi K3 tingkat Asia Pasific yang diadakan tiap tahun. Dari situ saya mendapatkan banyak pengalaman, hasil diskusi dan berkomunikasi dengan para aktifis buruh dan NGO dari berbagai Negara. Satu hal yang tak mungkin bisa saya rasakan, jika saya tidak bergabung dalam serikat pekerja.

Berserikat membuat kita bermartabat. Lewat perjuangannya, kaum buruh yang tereksploitasi dan dinistakan oleh pengusaha menjadi menemukan kembali jati dirinya. (Kascey)

 

BIODATA SINGKAT:

Nama Lengkap: Edwin Christiawan

Nama Panggilan: Edwin

Tempat Tanggal Lahir: Semarang, 6 Desember 1973

Alamat Rumah: Mediterania Blok KK 5/19. Batam Center

Keluarga: Seorang istri dan dua orang anak

Hoby: Musik dan Membaca

Semboyan Hidup: Bekerja Lebih Baik

.

Baca Tulisan Terkait:

Memilih FSPMI

“Bebaskan Pikiran dari Ketakutan”

– “Perubahan Membutuhkan Partisipasi”

“Andai Saja Pengambil Kebijakan Perpihak Kepada Pekerja”

Categories: Tokoh

3 Comments

Edwin Christiawan: “Perubahan Membutuhkan Partisipasi” | FSPMI · August 26, 2013 at 5:25 pm

[…] – Memilih FSPMI […]

Edwin Christiawan: “Bebaskan Pikiran Dari Ketakutan” | FSPMI · August 26, 2013 at 5:26 pm

[…] – Memilih FSPMI […]

Edwin Christiawan: “Andai Saja Pengambil Kebijakan Berpihak Pada Pekerja” | FSPMI · August 27, 2013 at 8:23 am

[…] – Memilih FSPMI […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *