Batam, FSPMI (04-06-2015)- Sebanyak 600 buruh PT philips yang tergabung dalam Serikat Pekerja terpaksa menggunakan hak konstitusionalnya sebagai warga negara indonesia. Hak mogok kerja yang sudah diatur secara jelas dalam UU Tenaga Kerja Republik Indonesia no.13 tahun 2003.

Ratusan Buruh PT Philips Industries Batam Mogok Kerja ( Foto: FSPMI Batam )

Ratusan Buruh PT Philips Industries Batam Mogok Kerja ( Foto: FSPMI Batam )

“Mengapa harus mogok kerja?” Adalah pertanyaan dasar yang dilontarkan oleh orang umum ketika mengetahui ada pemogokan di satu perusahaan besar yang jumlah karyawannya mencapai dua ribu orang ini.

“Kami langsung di Phk sepihak sehari setelah terbitnya surat pencatatan serikat dari disnaker kota batam.” Ucap Bung Muldi sang ketua serikat pekerja PT philips.

“Berapa orang yang terkena pemutusan hubungan kerja ini bung Muldi?” Tanya reporter Koran Perjuangan Online Batam, Bung Eksan Hartanto.

“Semua pengurus serikat yang berjumlah 13 orang ditambah 5 orang Bakor. totalnya dengan anggota hingga saat ini yg telah di Phk ada 60 orang lebih”. Pagi ini percakapan di hari ke dua mogok kerja. Dikatakan juga oleh ketua serikat bahwa Pagi ini pihak satpam juga telah merampas dengan paksa spanduk aksi mogok kerja yang terbentang di pagar pabrik setrika dan vacuum cleaner ini.

Hingga hari ke dua ini sejumlah intimidasi telah diterapkan terhadap para pemogok, sehari sebelumnya lokasi pemogokan juga sudah di disterilkan dari para pengurus serikat dengan cara mengusir secara berkali kali kedatangan pengurus serikat di lokasi pabrik sebagai tempat mogok sesuai surat pemberitahuan resmi mogok kerja yang 2 minggu sebelumnya sudah disampaikan kepada pimpinan perusahaan PT Philips dan Disnaker kota Batam.

Dalam aksi ini serikat pekerja juga dilarang mendirikan tenda perjuangan di lingkungan pabrik, bahkan seluruh pemogok dilarang menggunakan fasilitas ibadahnya seperti mushola untuk ibadah sholat 5 waktunya termasuk juga dipersulit untuk menggunakan toilet pabrik.

Kabar terbaru dari negeri kincir angin Belanda, dimana pabrik ini berasal ada wartawan setempat yang sudah menyiapkan artikel tentang dugaan penindasan hak berserikat di pabrik philips yg berlokasi di Indonesia ini.

Seperti kita maklumi bahwa Philips adalah korporasi besar yang menjadi penyandang dana atau pemilik klub besar sepakbola Belanda PSV Eindhoven. Sangat sulit untuk dipercaya ternyata mendirikan pabrik di indonesia tetapi tidak mau menghormati undang undang yang berlaku di NKRI. Kawan kawan buruh Republik Indonesia yang tercinta mari sebarkan berita ini dengan hastag: ‪#‎BoikotPhilipsn‬

Categories: Headline