Aksi di Kantor Pusat PT. Kalbe Farma, Cempaka Putih, Jakpus (Adhie Bachtiar)

Aksi di Kantor Pusat PT. Kalbe Farma, Cempaka Putih, Jakpus (Adhie Bachtiar)

…. “Karyawan yang masa kerjanya 34 (tiga puluh empat) tahun lebih, baru mendapatkan gaji sebesar 2,8 Juta,” ujar salah seorang buruh yang bekerja di PT. Kalbe Farma. ” Angka 2,8 Juta itu pun didapat dari uang seragam 120 ribu (sekarang sudah tidak ada seragam), uang beras 60 ribu, dan uang snack 65 ribu,” tambahnya….

.

Mendengar Kalbe Farma, ingatan kita akan tertuju pada produsen obat dan makanan ternama yang ada di Indonesia. Hanya dari mendengar namanya, seolah sudah menjadi jaminan jika buruh yang bekerja di perusahaan ini mendapatkan kesejahteraan yang fantastis.

Dari mulut ke mulut tersiar kabar, jika karyawan Kalbe Farma upah ada yang mencapai 600 juta. Jika dibandingkan dengan nilai upah minimum yang sekarang, tentu saja, angka ini sungguh luar biasa besarnya. Banyak yang percaya, perusahaan sebesar Kalbe Farma bisa membayarnya. Tapi tunggu dulu, gaji sebesar itu bukan untuk karyawan kebanyakan. Itu adalah gaji untuk management dengan level tertentu.

Jika Anda menanyakan berapa gaji buruh di perusahaan ini, mereka akan terdiam cukup lama sebelum memberikan jawaban. Malu mengungkapkannya. “Karyawan yang masa kerjanya 34 (tiga puluh empat) tahun lebih, baru mendapatkan gaji sebesar 2,8 Juta,” ujar salah seorang buruh yang bekerja di PT. Kalbe Farma. ” Angka 2,8 Juta itu pun didapat dari uang seragam 120 ribu (sekarang sudah tidak ada seragam), uang beras 60 ribu, dan uang snack 65 ribu,” tambahnya.

 

Angka 2,8 juta untuk mereka yang sudah memiliki masa kerja 34 tahun tentu sangat memprihatinkan. Tidak sebanding dengan angka ratusan juta, yang konon didapatkan oleh management. Ya, setelah mereka bekerja tiga puluh empat tahun lamanya. Wajar jika Presiden FSPMI Said Iqbal sering mengatakan, jika ada orang tidak bekerja kemudian menjadi miskin, itu wajar. Tetepi ketika ada orang yang sudah puluhan tahun bekerja dan tetap miskin, itu tidak wajar. Pasti ada yang salah dalam hal ini.

Di perusahaan ini, tempat sholat yang tersedia dinilai oleh karyawan sangat tidak layak. Bahkan, di perusahaan yang mayoritas karyawannya muslim ini tidak mempunyai masjid/musholla. “Kami kesulitan beribadah dengan tenang,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, jika perusahaan menyediakan dispenser, akan tetapi sekringnya dicabut. Padahal karyawan membutuhkan air hangat karena bekerja di ruangan AC yang sangat dingin.

Untuk lembur, mereka double shift. Dari jam 07.00 s/d 2 2.00. “Bahkan kalau target sedang tinggi, kami tidak diberikan istirahat,” ujarnya.

Karena itulah, ratusan buruh anggota Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Pusat Kalbe Farma, di Cempaka Putih, Jakarta Pusat (19/9/2013).  Meminta kepada Pengusaha Kalbe Farma agar buruh-buruhnya diperlakukan dengan adil, tanpa diskriminasi. Juga meminta agar pengusaha mematuhi peraturan perundang-undangan yang ada di negeri ini. Aksi ke kantor pusat ini sebagai buntut tidak adanya titik temu, setelah berhari-bari buruh melakukan aksi di PT. Kalbe Farma, Cikarang, Bekasi. (Kascey)

 

Categories: Aksi

1 Comment

Lowongan Kerja Terbaru · December 11, 2016 at 11:54 am

semoga masalah ini menjadi renungan pihak perusahaan, jangan ada lagi yang menzalimi karyawannya yang telah bekerja selama puluhan tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *