Buruh Indonesia kembali menegaskan, bawah upah minimum tahun 2014 harus naik 50%. Kenaikan upah sebesar itu untuk menjawab dampak dari kenaikan harga BBM yang telah mengakibatkan daya beli turun 30%. Belum lagi akibat inflasi, yang diyakini tahun ini relatif tinggi. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sedang membaik, maka sudah menjadi hal yang wajar jika upah tahun depan naik 50 persen,” tegas Presiden FSPMI/KSPI Said Iqbal dalam agenda Rapat Konsolidasi Organisasi FSPMI hari ini.

IMG_00000687_edit

“Kita harus all out untuk memperjuangkan upah. Karena upah adalah satu-satunya hadiah buat buruh. Penghibur bagi buruh setelah sebulan lelah bekerja keras di perusahaan-perusahaan,” ujarnya.

Untuk memperjuangkan tuntutan kenaikan upah 50% itu, FSPMI bersama-sama dengan serikat pekerja lain tengah menyiapkan aksi besar-besaran diseluruh Indonesia. “Karena itu rapat konsolidasi kita kali ini sangat serius dan memiliki arti penting,” ujar Iqbal.

Buruh Indonesia akan membentuk aliansi di daerah-daerah industri. Termasuk akan mengaktifkan kembali Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS).”

“Kita akan kembali bergerak. Jangan hanya berhenti dalam diskusi di ruangan ini. Satu-satunya cara untuk memastikan upah naik 50 persen adalah dengan melakukan aksi besar-besaran diseluruh Indonesia,” ujar Iqbal. (Kascey)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *