Buruh di Indonesia Hanya dibayar 74 sen per jam Dalam Lima Tahun Terakhir

Jakarta,FSPMI- Berdasarkan penelitian The Economist Intelligence Unit pada April 2015, seperti dilansir Bloomberg, upah buruh di Indonesia masih jauh di bawah negara-negara di kawasan Asia lainnya. Upah buruh Indonesia lebih rendah di antaranya dari Tiongkok, Vietnam, dan Filipina.

Jokowi , JK & Sopian Wanandi, 3 Pengusaha yang menjadi Penguasa saat ini ( image : Solo Pos )
Jokowi , JK & Sopian Wanandi, 3 Pengusaha yang menjadi Penguasa saat ini ( image : Solo Pos )

Buruh di Indonesia hanya dibayar 74 sen per jam dalam lima tahun terakhir. Buruh Tiongkok dibayar US$ 4,79 per jam, Vietnam US$ 3,16 per jam, dan Filipina US$ 3,15 per jam dalam lima tahun terakhir.

Sementara  data dari organisasi buruh internasional (ILO) mengungkapkan, 66,4 persen pegawai tetap di Indonesia menerima upah di bawah rata-rata. Hingga Agustus 2014, upah rata-rata di Indonesia Rp 1.952.589 per bulan.

Upah ini sangat jauh dari kelayakan apalagi dalam kondisi saat ini, dimana daya beli buruh menurun akibat kebijakn neolib Pemerintah Jokowi yang menaikan BBM dan listrik yang berimbas kenaikan bahan pokok dan biaya hidup lainnya.

Data ini juga menunjukan bahwa pergerakan buruh dan serikat buruh dalam menuntut kenaikan upah tiap tahunnya adalah suatu kewajaran sekaligus menepis klaim Pengusaha Nakal yang enggan memberikan upah yang layak untuk buruhnya dan selalu berkelit bahwa upah Indonesia sudah terlalu tinggi.