Surabaya,FSPMI- Sekita 5000 Buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur akan melakukan aksi pada tanggal 29 September 2016 mendesak pemerintah mencabut PP 78 tahun 2015 , menetapkan kenaikan upah 2017 sebesar 650.000 dan menolak tax amnesty.

” 5000 anggota kami akan turun tanggal 29 September 206 di Surabaya. Kami menolak kebijakan upah murah yang di wujudkan melalui PP 78 selain itu buruh menuntut kenaikkan upah minimum 2017 sebesar Rp 650 ribu”  ujar Doni, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Surabaya

Buruh Mendesak pemerintah mencabut PP 78 Tahun 2015 karena bertentangan dengan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Buruh dan Konvensi ILO No. 87 tentang kebebasan berserikat dan sesuai Rekomendasi Panja Upah DPR.

Sedangkan Tuntutan kenaikan upah sebesar 650 Ribu, didasarkan pada data ILO yang menyebutkan upah rata-rata buruh Indonesia lebih rendah dari upah buruh Vietnam, Malaysia, Thailand, Philipina. Bahkan data ADB menyebutkan 3 negara dengan upah rendah di Asia adalah Bangladesh, Indonesia, dan India.

Perbandingan upah Indonesia dan Upah Asia
Perbandingan upah Indonesia dan Upah Asia

“Jadi kalau basisnya upah sudah murah kemudian dipakai inflasi dan pertumbuhan ekonomi, naiknya pasti murah, ketinggalan terus, bahkan bisa disusul oleh Laos dan Kamboja,” tambahnya.

Dalam rangka persiapan aksi tanggal 29 September 2016 FSPMI Surabaya menyelenggarakan rapat akbar di Omah Perjuangan. Sengaja mereka memilih waktu malam hari. Dengan harapan, massa yang hadir bisa maksimal karena sudah tidak lagi disibukkan dengan pekerjaan.

Berita Terkait :

Supriyatno : 5000 Buruh FSPMI Bekasi Siap Tuntut Pencabutan PP 78 & Kenaikan Upah 2017

29 September , KSPI Lakukan Aksi Serentak Di 20 Provinsi

10 Ribu Buruh Siap Demo Di Istana Tuntut Pencabutan PP 78 Tahun 2015