Jakarta,FSPMI- Pada hari Selasa 20 Agustus, mantan Presiden Brasil Luiz Inacio ‘Lula da Silva telah menjadi tahanan politik selama 500 hari. Keributan untuk pembebasannya tidak berhenti, dan hampir 100.000 orang telah menandatangani petisi yang baru-baru ini diluncurkan menyerukan pembatalan persidangan korup dan palsu yang mengirimnya ke penjara, meskipun kurangnya bukti.

Pada kenyataannya, Lula dipenjara untuk menghentikannya membela Presiden melawan ekstrimis sayap kanan Jair Bolsonaro, karena jajak pendapat jelas menunjukkan bahwa ia akan memenangkan pemilihan. Dia dipenjara untuk mencegah orang-orang membatalkan kudeta legislatif yang telah memindahkan penggantinya sebagai Presiden Dilma Rousseff. Dan dia dipenjara untuk mencegah berlanjutnya kebijakan pro-kaum miskin, pro-lingkungan yang diperkenalkan Lula dan Dilma.

Komite Hak Asasi Manusia PBB menyerukan agar Lula diizinkan berdiri dalam pemilihan presiden. Tetapi elit Brasil tahu bahwa mereka tidak bisa menang di kotak suara yang mengapa Dilma digulingkan dan Lula dipenjara.

Para pekerja di Brasil sekarang membayar harganya, dengan langkah-langkah keadilan sosial dibatalkan, lapangan kerja yang tidak aman dipromosikan, dan serikat pekerja diserang. Rezim Bolsonaro yang kejam dan korup menyerang lingkungan, perempuan dan komunitas LGBT, dan merendahkan diri kepada Donald Trump di AS.

Afiliasi Brasil ITUC mendukung hari aksi global pada hari Selasa 20 Agustus untuk menarik perhatian pada status Lula sebagai tahanan politik.

Dari Indonesia, Presiden dan Sekretars Jenderal FSPMI juga menyatakan solidaritas dan dukungannya untuk pembebsan Lula.

Sekarang Anda dapat ikut serta dalam kampanye ke #FreeLula, melalui :

– signing the petition to annul the trials that led to Lula’s imprisonment

– calling for his freedom on twitter on August 20 (especially between 12:00 and 14:00 Brasilia time) using the hashtags #LulaLivre #LulaLibre #FreeLula #500InjusticeDays; and

– submitting your statements and details of action you’re taking (for registration, memory and disclosure) to imprensalulalivre@gmail.com and lulalivre.comite@gmail.com